Tabir kematian Feby di kampus biru
Merdeka.com - Usai hiruk pikuk aksi unjuk rasa pada Hari Pendidikan Nasional, Senin (2/5), Universitas Gadjah Mada mendadak geger. Seorang mahasiswi ditemukan tewas di kampus biru itu.
Seorang mahasiswi Geofisika UGM angkatan 2015, Feby Kurnia, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam toilet gedung S2 dan S3 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM, Senin (2/5) malam. Dia diketahui berasal dari Batam, Kepulauan Riau.
Nurcahaya Ningsih (48), ibu mendiang Feby Kurnia mengaku anaknya tidak pernah punya masalah. Selama ini, dia merasa anaknya tidak pernah curhat ada masalah padanya atau pun teman-temannya.
"Anak saya tidak ada masalah. Saya temui temannya tanya, enggak ada masalah, enggak pernah cerita apa-apa," kata Nurcahaya kepada wartawan di RSUP dr. Sarjito.
Kecurigaan Nurcahaya muncul ketika anaknya tidak mengangkat teleponnya. Almarhum Feby hanya membalas melalui pesan singkat saja.
"Tanggal 29 April itu saya telepon tidak diangkat. Tapi balas sms, bilang kalau sedang sibuk menggarap tugas di kos teman," ujar Nurcahaya.
Hanya saja, saat beberapa kali berbalas pesan singkat, Nurcahaya merasa curiga dengan bahasa digunakan anaknya. Menurutnya, bahasanya tidak sama seperti biasa, seperti penyebutan nama. Feby selalu menyebut namanya lengkap, tidak pernah menyingkat dengan 'Pb'.
"Enggak pernah Pb, ini saya merasa aneh," ucap Nurcahaya. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya