Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Swakelola TPSP Bantar Gebang kacau, truk buang sampah sembarangan

Swakelola TPSP Bantar Gebang kacau, truk buang sampah sembarangan Sampah Bantargebang. ©2016 Merdeka.com/adi nugroho

Merdeka.com - Hari pertama swakelola pengelolaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Rabu (20/7), berlangsung kacau. Sejumlah sopir truk sampah DKI membuang sampah seenaknya. Akibatnya, jalanan di dalam kawasan dipenuhi sampah.

"Dibuangnya semalam sekitar pukul 22.00 WIB, ketika bersamaan dengan penarikan aset berupa alat berat milik PT Godang Tua Jaya (GTJ)," kata seorang pemulung, Hasan (35), Rabu (20/7).

Menurut dia, diduga para sopir truk sampah DKI nekat membuang ke tepi jalan di Zona 1 karena tak bisa membuang dengan alasan tak ada alat berat milik DKI. Adapun alat berat milik pengelola yaitu PT GTJ telah ditarik pemiliknya.

"Penarikan aset PT GTJ dilakukan semalam hingga pagi tadi," katanya.

Seorang pengacara PT GTJ, Refer Harianja, mengatakan, pihaknya telah menarik sebanyak sebanyak 56 unit alat berat yang biasa dipakai mengolah sampah di TPST Bantar Gebang.

"13 merupakan alat berat cadangan, dan 43 yang biasa dioperasikan," katanya.

Petugas Dinas Kebersihan DKI di TPST Bantar Gebang menyebut alat berat milik pemerintah tengah dibawa ke TPST. Jumlahnya mencapai 15 unit yang merupakan pindahan dari Sunter, Jakarta Utara.

"Pak Kepala Dinas dan Wakil juga sedang menuju ke sini," kata Kurnia.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, sampah yang tercecer hingga sejauh 500 meter ini di tepi jalan. Selain mengganggu akses jalan ceceran sampah ini juga merusak estetika di kawasan TPST Bantar Gebang.

Selain itu, sejumlah truk sampah tampak parkir di dalam kawasan TPST Bantar Gebang. Sopir truk hanya bisa menunggu di sekitar kendaraan menunggu membuang sampah di titik pembuangan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP