Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Susul anaknya, Mahyuni korban ledakan elpiji 12 kg di Samarinda meninggal

Susul anaknya, Mahyuni korban ledakan elpiji 12 kg di Samarinda meninggal Tim dokter RS Dirgayahu Samarinda. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Korban ledakan gas elpiji 12 kilogram di Samarinda, Kalimantan Timur, bertambah. Mahyuni (42), menghembuskan napas terakhir pada Minggu (4/3). Dia menyusul putri bungsunya, Nadira Zahra (1), yang terlebih dulu meninggal Senin (26/2).

Keterangan diperoleh, Mahyuni meninggal sekitar pukul 23.00 Wita, Minggu (4/3) di ruang perawatan isolasi Yacobus RS Dirgahayu, Samarinda.

"Sekitar jam 1 pagi tadi, dibawa keluarganya ke Balikpapan, untuk kemudian ke Banjarmasin (Kalimantan Selatan)," kata Dokter Spesialis Bedah RS Dirgahayu dr Ignatius Humphrey, ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan Gunung Merbabu, Senin (5/3).

Awalnya, Mahyuni dirawat bersama dua putrinya yakni Mustaniah (9) dan Nadira Zahra (1) dan juga istrinya, Murkiyah (30). Keempatnya mengalami luka bakar serius. Nadira, dan Murkiyah, dirujuk ke RSUD AW Sjahranie Samarinda.

"Pasien Mahyuni ini luka bakarnya cukup luas sekitar 75 persen. Anaknya, Mustaniah, sekitar 50 persen," ujar Ignatius.

Ignatius menjelaskan, sejak awal dirawat, Mahyuni dan Mustaniah menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kedua-duanya, tercatat menjalani 2 kali operasi, mengingat korban luka bakar kehilangan banyak cairan.

"Sejauh ini stabil, tapi tetap harus rawat lebih lanjut. Kita rawat semaksimal mungkin di sini. Luka bakarnya tergolong klasifikasi berat karena luasannya. Setelah di ICU, kita pindah ke ruang isolasi," tambah Ignatius.

Tim dokter yang terlibat adalah dokter spesialis bedah dan anastesi.

"Malam tadi, pasien (Mahyuni) tidur, dibangunin tidak bisa. Jadi sekitar jam 11 malam, dinyatakan medis meninggal dunia. Untuk anaknya, masih kami rawat tapi rencana akan kami rujuk ke RSUD AW Sjahranie," ucap Ignatius.

Diketahui, 4 orang sekeluarga jadi korban ledakan elpiji 12 kg, Minggu (25/2) pagi, sekira pukul 06.00 Wita. Kesemuanya mengalami luka bakar. Murkiyah dan Nadira, dirujuk ke RSUD AW Sjahranie. Namun Nadira, meninggal Senin (26/2) pagi.

Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi saat Murkiyah menggendong anaknya, Nadira, sambil memasak di dapur. Keduanya pun terpental. Kasus itu diselidiki polisi, dan tabung elpiji 12 kg jadi barang bukti.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP