Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Surya Darmadi Keluar dari RS, Pemeriksaan Bakal Dikebut Kejagung

Surya Darmadi Keluar dari RS, Pemeriksaan Bakal Dikebut Kejagung Surya Darmadi diperiksa Kejagung. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi, yang merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kelar menjalani perawatan alias pembantaran di rumah sakit. Kejaksaan Agung (Kejagung) pun kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadapnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kuasa Hukum Surya Darmadi, Juniver Girsang. Dia menyebut kliennya sudah keluar dari rumah sakit sejak Senin, 23 Agustus 2022.

"Sudah kemarin sore ya," tutur Juniver kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Awalnya, Surya Darmadi akan menjalani pemeriksaan hari ini sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Namun, informasi terakhir menyebut pengambilan keterangan lanjutan atas bos Duta Palma Group itu masih ditunda sementara.

Terpisah, Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap Surya Darmadi di Rutan Salemba. Dia diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Karena PH-nya (penasihat hukum) tidak ada yang bersangkutan tetap diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi atas nama tersangka RTR. Jadi mereka tetap diperiksa di Rutan Kejaksaan Agung Cabang Salemba," tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Menurut Ketut, kondisi medis Surya Darmadi telah membaik. Sebab itu, penyidik mempertimbangkan untuk kembali melakukan penahanan terhadapnya.

"Lalu kondisi yang bersangkutan sudah dalam kondisi sehat, kemarin dipindahkan dari Rumah Sakit Adhyaksa ke Rutan Kejaksaan Cabang Salemba," jelas dia.

Rencananya, pada Rabu 24 Agustus 2022 Surya Darmadi akan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Mudah-mudahan besok kita jadwalkan yang bersangkutan tersangka SD akan diperiksa sebagai tersangka. Kelanjutan dari pemeriksaan sebelumnya," Ketut menandaskan.

Sebelumnya, Surya Darmadi sempat dilarikan ke rumah sakit saat menjalani pemeriksaan sebagai kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Ya barusan saya dapat kabar dari tim penyidik, setelah diperiksa dokter direkomendasikan untuk dibawa ke RS Adhyaksa Kejaksaan, Ceger," tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Menurut Ketut, Surya Darmadi mulai diperiksa sekitar pukul 10.00 WIB. Namun pengambilan keterangan terhadapnya baru berjalan sekitar 3 jam dan dihentikan sementara.

"Dihentikan sementara untuk pemeriksaan medis," kata Ketut.

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa pemilik PT Dulta Palma Group, Surya Darmadi, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang rugikan negara hingga Rp 78 triliun pada Kamis, (18/8/2022).

Kasus korupsi dan pencucian uang ini terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Jam 10.00 WIB," tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Awalnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan kembali Surya Darmadi pada Selasa, 16 Agustus 2022. Namun karena pertimbangan kondisi fisik maka diundur sampai Kamis, 18 Agustus 2022.

"Masih kecapean, tunggu kondisi baik," kata Ketut.

Sebelumnya, pemilik PT Duta Palma Group atau Darmex Group Surya Darmadi alias Apeng resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung). Surya Darmadi ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif pasca menyerahkan diri ke Kejagung.

Ketut Sumedana mengatakan, Surya Darmadi akan menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kejagung Agung cabang Salemba.

"Rutan Kejaksaan Agung cabang Salemba," ujar Ketut.

Usai diperiiksa beberapa waktu lalu, Surya Darmadi dibawa ke Rutan cabang Salemba melalui pintu belakang gedung bundar kantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Surya Darmadi diduga merugikan keuangan negara Rp78 triliun dalam kasus ini.

Surya Darmadi tak hanya berproses hukum di Kejagung, namun Surya Darmadi juga merupakan buronan Komusi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hitan di Provinsi Riau, tahun anggaran 2014.

Surya Darmadi ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama-sama dengan Legal Manager PT Duta Palma Group Suheri Terta. KPK juga menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi yang ikut terlibat dalam kasus ini.

Penetapan tersangka terhadap ketiga pihak tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap alih fungsi hutan Riau yang menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gulat Medali Emas Manurung, serta Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan.

Surya Darmadi diduga bersama-sama Suheri Terta menyuap Annas Maamun. Suap sebesar Rp3 miliar itu diberikan terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan.

Suheri merupakan orang kepercayaan Surya Darmadi untuk mengurus perizinan terkait lahan perkebunan milik Duta Palma Group dan anak usahanya, termasuk PT Palma Satu.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP