Survei SMRC: 59 Persen Masyarakat Setuju FPI Dibubarkan
Merdeka.com - FPI dan HTI adalah dua organisasi yang dibubarkan oleh pemerintahan Joko Widodo. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan 71 persen dari total 1.064 responden mengetahui tentang FPI.
Dari total responden yang tahu soal FPI, 77 persennya mengetahui bahwa ormas yang dulu dipimpin Rizieq Syihab itu telah dibubarkan.
SMRC kemudian mengerucutkan lagi. Peneliti SMRC Saidiman Ahmad mengatakan dari persentase responden yang mengetahui FPI dibubarkan, sebanyak 59 persen responden setuju jika ormas itu dibubarkan.
"Sebanyak 59 persen setuju dengan pembubaran FPI dan 35 persen populasi tidak setuju dengan pembubaran," ucap Saidiman, Selasa (6/4).
Sementara ormas HTI, dari jumlah responden yang dianalisa oleh SMRC, hanya 32 persen yang mengetahui tentang HTI. Dan dari persentase tersebut, sebanyak 76 persen mengetahui bahwa HTI telah dilarang.
"Dari responden yang mengetahui tentang HTI adalah Ormas yang dilarang, sebanyak 79 persen setuju dengan pelarangan tersebut dan 13 persen tidak setuju,"jelasnya.
Saidiman menuturkan, setuju atau tidaknya responden terhadap pembubaran dua organisasi yang telah dilarang itu ditengarai oleh kinerja Presiden Joko Widodo.
"Warga yang kurang, atau tidak puas dengan kinerja presiden serta menilai kondisi ekonomi, politik, keamanan dan penegakan hukum, sekarang dalam keadaan buruk, cenderung lebih positif pada HTI dan FPI dibanding yang menilai sebaliknya," jelasnya.
Survei yang dilakukan SMRC dilakukan dalam rentang 28 Februari - 8 Maret 2021. Populasi responden dalam survei, yaitu mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.
Dari 1220 responden yang dipilih secara acak oleh SMRC, hanya 1.064 atau 87% responden dapat diwawancara secara valid. Survei ini memiliki tingkat kekeliruan kurang lebih 3,07 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya