Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Surpres Calon Panglima TNI akan Dikirim ke DPR Rabu Siang

Surpres Calon Panglima TNI akan Dikirim ke DPR Rabu Siang Gedung DPR. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Surat Presiden (surpres) mengenai calon Panglima TNI rencananya akan diserahkan ke DPR hari ini. Surpres akan dikirim oleh Mensesneg Pratikno dan diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani pada Rabu siang.

"Supres panglima akan diterima Ibu Ketua DPR siang ini," kata Sekjen DPR Indra Iskandar, kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Menurut agenda yang diterima, pimpinan DPR akan menyampaikan konferensi pers terkait Surpres calon Panglima TNI itu sekitar pukul 11.30 WIB. “Siang ini ada konpers juga,” kata Indra.

Surpres tersebut akan dibahas dalam rapat pimpinan lalu dibawa ke rapat Badan Musyawarah. Setelah itu, Surpres bakal diserahkan kepada Komisi I untuk ditindaklanjuti melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Hasil fit and proper test selanjutnya dibawa ke rapat paripurna.

Teka teki mengenai sosok Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi yang memasuki masa pensiun akan segera terungkap. Nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasal Laksamana Yudo paling santer jadi kandidat kuat Panglima TNI.

Kans Jenderal Andika disebut-sebut makin besar usai beberapa kali menunjukkan kedekatan dengan Presiden. Contohnya, ketika melepas keberangkatan Presiden Joko Widodo saat akan kunjungan kerja ke Eropa.

Semua Kepala Staf TNI Layak

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengaku belum tahu siapa calon yang akan dipilih Jokowi. Namun, Ketum PKB ini bilang belum bisa menafsirkan apakah Andika yang dipilih Jokowi.

"Mungkin saja, tapi saya tidak bisa menafsirkan, tapi saya belum tahu persis," kata Cak Imin.

Menurutnya, semua calon panglima dari para kepala staf sangat layak. Cak Imin serahkan pilihan yang paling cocok kepada Jokowi dan rencana pertahanannya.

"Semuanya oke, semua calon-calon ini mumpuni, layak. Tinggal presiden yang akan menentukan sesuai rencana presiden. Rencana presiden pasti lebih utuh soal pertahanan dan kekuatan personel TNI kita," ucapnya.

Kode Andika Panglima?

Sementara itu, Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyatakan kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa untuk melepas keberangkatan Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Eropa bukanlah hal istimewa.

Menurut Khairul, meski mengawal keberangkatan Jokowi, hal tersebut bukan berarti kode Andika yang akan terpilih menggantikan posisi Panglima TNI.

"Sebenarnya enggak ada yang istimewa ya dari peristiwa ini. Pelepasan keberangkatan Presiden ke luar negeri memang agenda protokoler kenegaraan yang lazimnya dihadiri oleh pimpinan TNI-Polri dan kepala daerah setempat," kata Khairul saat dikonfirmasi, Sabtu (30/10/2021).

Khairul mengingatkan ketidakhadiran Panglima TNI dikarenakan sedang tidak berada di Jakarta. "Nah, dalam kasus hari ini, Panglima TNI tidak hadir dan diwakili oleh Kasad karena memang Panglima sedang tidak berada di Jakarta. Kemarin Pak Hadi menghadiri pelantikan Taruna akademi TNI, sedangkan hari ini ada agenda di Surabaya dan di Singapura," katanya.

Oleh karena itu, kehadiran Andika untuk melepas rombongan istana menurutnya tidak berarti adalah kode bahwa Andika lah yang akan mengisi posisi Panglima TNI.

Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahanto akan memasuki masa pensiunnya pada November 2021. Meski masa jabatannya baru berakhir di bulan Desember 2021, Namun Hadi akan berusia 58 Tahun di Bulan November nanti.

Sebagaimana termuat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, usia pensiun paling tinggi bagi Perwira adalah 58 Tahun.

Reporter: Delvira Hutabarat

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP