Surat untuk presiden akan dicetak ulang & dibagikan
Merdeka.com - Sebanyak 252 pelajar yang menulis surat dalam buku 'Notes For Presiden'. Rencananya buku tersebut akan dicetak ulang kembali setelah mendapat tanggapan atau epilog dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Setelah dicetak, buku tersebut akan dibagikan secepatnya kepada para peserta pelajar yang hadir dalam acara Forum Pelajar Indonesia (FOR).
"Disempurnakan lagi setelah itu disebarkan ke sekolah-sekolah yang ikut," terang ketua penyelenggara FOR-4 Fikri Ibadurrahman di Cilandak Town Square, Selasa (3/7).
Fikri mengatakan bahwa dari 252 pelajar tersebut adalah hasil seleksi dari 2020 pelajar yang mendaftarkan untuk ikut dalam Forum Pelajar Indonesia ke-4 yang diselenggarakan oleh Indonesia Student & Youth Forum (ISFY). Dia menjelaskan bahwa dari 2020 peserta pelajar yang mendaftar harus mengikuti seleksi esai (karya tulis ilmiah) di mana dalam esai tersebut dilihat oleh panitia dan dicari esai yang mempunyai cara pemecahannya. Dari pelajar yang mempunyai esai sesuai kriteria itu akan diloloskan.
"Surat karya ilmiah mereka diseleksi, kita lihat dari materi esai yang ada pemecahan," jelas Fikri.
Lebih lanjut Fikri mengatakan bahwa yang memiliki kesan dalam surat yang sudah berbentuk sebuah buku tersebut adalah pelajar asal NTB yang menuliskan surat untuk presiden tentang pendidikan yang dia jalani. Dalam surat itu, pelajar tersebut mengungkapkan bahwa dirinya ialah anak daerah yang tidak mampu. Namun karena dia cerdas dia mendapatkan beasiswa di sekolahnya. Bahkan anak tersebut mengatakan dalam suratnya ingin menjadi seperti SBY.
"Ada anak dari NTB ia mengeluhkan kepada presiden. Pak saya anak dari daerah tidak mampu, dia dapat beasiswa dari sekolah, Bapak bisa bayangkan, apa yang sudah saya ceritakan saya ingin menjadi seperti bapak," cerita Fikri.
Dari kepeduliannya terhadap pendidikan tersebut membuat pelajar tersebut menuliskan surat tentang pentingnya pendidikan. Dia memperhatikan bagaimana jika perpustakaan keliling berada di daerahnya sesuai dengan program yang sudah dijalankan Ibu Ani Yudhoyono. Jalan keluar dalam suratnya itu, pelajar tersebut mengatakan bahwa sebagai bentuk kerja sama dia akan menggandeng perusahaan di NTB untuk membuat perpustakaan keliling.
"Pemecahannya, dia akan menggandeng perusahaan di NTB. Dia akan menjalankan perpustakaan itu seperti bu Ani," jelasnya.
Kini surat yang sudah berbentuk buku tersebut sudah diberi pesan positif dari pihak istana yang diajukan sejak bulan Maret lalu. Presiden SBY sendiri menurut humas istana bersedia memberikan statement dalam buku tersebut. "Dari pihak humas istana, jawabannya pak presiden siap melakukan statement dalam buku itu," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya