Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Surabaya rawan perampokan bersenpi, polisi cuek

Surabaya rawan perampokan bersenpi, polisi cuek penjahat. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Dua kejadian perampokan bersenjata api (senpi) terjadi di dua lokasi di Surabaya pada Jumat (22/6) kemarin. Kejadian ini menandakan kondisi Surabaya, Jawa Timur kurang aman menjelang puasa. Apalagi, pihak Polrestabes Surabaya, menyikapi hal ini, dengan cukup tenang.

Dua kejadian itu terjadi di Jalan Jemur Handayani II/14 dan di rumah seorang Bupati Kediri, Haryanti di Jalan Margorejo Indah Blok C/332 Surabaya, yang baru diketahui hari ini. Kedua lokasi itu berada di wilayah kesatuan Polsek Wonocolo.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman mengatakan. "Belum ada laporan soal kejadian itu," katanya.

Peristiwa kemarin, mungkin juga masih ada kaitannya dengan peristiwa kriminalitas biasa di Surabaya, seperti 3C (curas, curat, dan curanmor).

Namun, ada kabar yang mengatakan, empat kawanan perampok yang menyatroni kawasan Perum Jemur Handayani II/14 kemarin, ada oknum yang terlibat.

Untuk membuktikan informasi itu, Kapolretabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto, Jumat malam mengumpulkan semua anggotanya untuk pemeriksaan senpi.

Tri Maryanto mengakui instruksi itu untuk meng-cros cek keberadaan senjata api milik anggota. Dari 4.200 anggota Polrestabes Surabaya tercatat sekitar 20 persen atau sekitar 840 anggota Reskrim, Satlantas, dan Intelkam.

"Kita ingin mengecek keberadaan senpi-senpi anggota. Selama ini memang tercatat penggunaannya, mulai jenis senpi dan peluru yang diberikan. Dari pemeriksaan itu akan kita ketahui penggunaan senjata api itu untuk apa saja," kata dia

Pemeriksaan ini menurut dia, mengacu pada fakta di TKP yang tidak ditemukan selongsong peluru saat pelaku melepaskan beberapa kali tembakan. "Kalau tidak ada selongsongnya, patut diduga itu pistol jenis revolver, bisa sama seperti yang dipakai polisi atau mungkin bukan pistol polisi. Maka dari itu kita periksa," lanjutnya.

Jika memang benar itu pistol polisi, kata Kapolrestabes Surabaya, mungkin juga bukan milik anggota Polrestabes Surabaya. "Yang penting kita cek dulu."

Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya, AKP Nur Suhud, ketika dikonfirmasi soal perampokan di rumah Bupati Kediri di Jalan Margorejo Indah Blok C/332 Surabaya, yang terjadi di hari dan waktu hampir bersamaan di Jemur Handayani II/14, hanya mengatakan tidak ada laporan yang masuk soal perampokan tersebut.

Jawaban yang sama seperti yang dilontarkan Farman. ''Belum ada laporan masuk, kami masih konsentrasi pada kasus perampokan di Jalan Jemur Handayani," katanya.

Padahal, menurut sopir pribadi Haryanti, Jumat siang kemarin, rumah majikannya juga dibobol perampok. Beberapa barang berharga seperti perhiasan, uang, dan barang elektronik raib digondol pelaku.

Menurut si sopir, putra sang Bupati sudah ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian di rumahnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP