Super Yacht di Bali, Polri tegaskan tak terlibat penyelidikan FBI
Merdeka.com - Polri telah mengamankan kapal mewah atau Super Yacht Equanimity di perairan Bali yang selama ini dicari-cari oleh FBI selama bertahun-tahun. Namun, dalam masalah tersebut Polri tak terlibat dalam penyelidikan atas kasus korupsi 1 Malaysia Development Berhard (1MDB).
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, kapal yang ditangkap oleh Polri tersebut hanya untuk membantu dan meringankan tugas FBI. Karena, Polri tak mengetahui soal kasus yang terkait dengan kapal mewah tersebut.
"Polri tidak tahu dan tak pernah tahu kalau itu ada kaitannya dengan masalah di Malaysia, apakah terkait dengan 1MDB yang sekarang beredar di medsos," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).
Lebih lanjut, Setyo pun menjelaskan, kehadiran tim Bareskrim Polri di Bali hanya merupakan bentuk kerjasama saja dengan FBI. Dan Polri hanya berusaha untuk melakukan pendalaman terkait kepemilikan kapal yang berlayar di perairan Indonesia itu.
"Tentang kepemilikan, kasusnya dengan FBI. Jangan sampai info simpang siur dikaitkan dengan yang tidak ada kaitannya. Ketika kita mengamankan, kapal tersebut ada di Bali dengan bendera Cayman Islands," jelasnya.
Dalam hal ini juga Polri membantah kalau pihaknya telah menemukan uang di dalam kapal mewah tersebut sebesar RM 1 miliar atau setara dengan Rp 3,5 triliun. Karena, kabar hoaks tersebut telah ramai diperbincangkan atau diberitakan di media Malaysia yang mengutip dari konten di Facebook.
Dalam kasus ini, Bareskrim hanya menyita dokumen kapal, daftar kru dan tak ada uang yang disita oleh pihaknya. Bahkan, proses penggeledahan kapal itu terdokumentasi dan mendapat pendampingan dari anak buah kapal serta penasehat hukum perusahaan pemilik kapal.
"Saya nyatakan tidak benar bahwa ada uang 1 miliar ringgit di kapal, karena pada saat melakukan penggeledahan banyak orang. Ada FBI, Polri, dari kapal juga ada jadi tidak serta masuk kapal," bantahnya.
Jenderal bintang dua itu pun menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, kapal tersebut akan diserahkan ke FBI terkait kasus yang tengah ditangani oleh otoritas Amerika Serikat itu.
"(Sekarang kapal) masih di Bali. Masih didalami dan nanti akan dilimpahkan (ke FBI)," tandasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya