Sumsel Siaga Darurat, 10 Daerah Ditetapkan Rawan Karhutla
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2021. Sebanyak 10 kabupaten menjadi daerah rawan terjadi kebakaran.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut penetapan status tersebut merupakan tindak lanjut dari prakiraan BMKG terkait kondisi kemarau tahun ini. Musim kemarau diprediksi akan cukup ekstrim atau sama dengan 2019 yang menimbulkan banyak kasus karhutla di tahun itu.
"Sudah berstatus siaga darurat karhutla. Karena itu diperlukan kerja cepat dalam penanganan," ungkap Deru, Selasa (9/3).
Menurut dia, ada sepuluh daerah menjadi perhatian utama karena menjadi daerah rawan karhutla. Yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ili, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ulu Timur.
"Untuk 10 daerah itu sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena terbukti terjadi karhutla," ujarnya.
Menurut dia, musim kemarau tahun ini akan menyebabkan kadar air permukaan terutama di lahan gambut menurun. Hal ini harus diantisipasi karena rentan terjadi kebakaran dan cepat meluas.
"Maka dari itu, air permukaan di lahan gambut jangan sampai berkurang 30 centimeter. Harus diupayakan tetap lembab," kata dia.
Sebagai langkah konkrit, pembangunan embung menjadi salah satu solusinya. Membasahi lahan tidak mesti dilakukan dari atas, melainkan mengalirkan air dari bawah permukaan lahan.
"Stok air harus terjaga, keberadaan embung difungsikan, seperti embung di Kebun Raya Sriwijaya yang baru diresmikan. Ini salah satu cara agar lahan tetap basah karena biasanya api padam di atas tetapi menjalar dari bawah, tepatnya di gambut," ujarnya.
"Dalam situasi darurat, helikopter dapat difungsikan untuk waterboombing," sambungnya.
Deru berharap, penanganan karhutla tahun ini sama berhasilnya dengan 2020. Ketika itu, karhutla dapat ditekan melalui edukasi kepada masyarakat dan korporasi yang didukung faktor kemarau basah.
"Intinya beragam upaya dilakukan agar karhutla bisa dicegah," tutup Deru.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya