Sumpah serapah umpatan korban First Travel ke Anniesa Hasibuan cs
Merdeka.com - Sidang kasus agen perjalanan umrah dan haji First Travel sudah kesekian kalinya digelar Pengadilan Negeri Depok. Selama itu pula, sejumlah korban yang tertipu mentah-mentah paket promo First Travel hadir.
Mereka ingin menyaksikan sendiri bagaimana praktik lancung bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan serta Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan ketika 'mencaplok' duit setoran puluhan ribu calon jemaah.
Beragam reaksi muncul saat mendengar satu per satu kesaksian yang membeberkan gaya hidup glamour Anniesa cs hasil makan duit calon jemaah. Ada yang terdiam kehabisan kata-kata, dan ada yang meledak-ledak, mengumpat hingga sumpah serapah.
"Dasar maling," teriak korban First Travel saat jaksa penuntut umum (JPU) memamerkan deretan koleksi jam tangan mewah milik Anniesa Hasibuan.
Bagaimana tidak kesal, Anniesa mengoleksi jam tangan dari berbagai merek mewah seperti Apple, Richard Mille, Armani, Guest Collection, Tag Hauier dan Victorinox dalam jumlah tak sedikit.
"Lebih dari seribu barang yang disita," kata JPU Heri Jerman, Rabu (21/3).
Belum puas, korban First Travel menuntut agar para terdakwa dihukum mati.
Anniesa yang tak kuasa diamuk calon jemaahnya, hanya bisa menutupi wajahnya sambil berjalan dari ruang tunggu tahanan ke ruang sidang.
"Maling kalian. Anniesa lihatin muka kamu pada kami," teriak Ulfa, salah satu korban.
"Kalian bisa ke mana saja, tetapi di mana kalian sekarang," ucap korban lainnya.
Wanita berbaju panjang hitam itu terus menerus menghujani ketiga terdakwa dengan kata-kata. "Anniesa harta yang paling berharga itu anak loh Anniesa," sambung mereka.
Korban lain juga berteriak dan meminta supaya uang mereka dikembalikan. "Berangkatkan kami Anniesa," kata seorang pria yang menjadi korban.
Suasana semakin riuh ketika ada jemaah yang membawa spanduk bertuliskan 'Hukum Mati Duo AA.'
Mantan Corporate Secretary First Travel, Regiana Azachira mengungkap ia sering diminta mengurus kepergian dua bosnya, Andika dan Anniesa ke luar negeri. Seperti tiket dan hotel.
Kepergian pasangan suami istri itu disebut Regiana untuk urusan pribadi.
"Kepentingan pribadi Andika dan Anniesa dalam perjalanan ke Jepang, New zaeland, Jepang, Singapura, dan Amerika," ungkapnya, Rabu (21/3).
Selain itu, Regiana juga membongkar keterlibatan artis Syahrini di pusaran kasus penipuan perjalanan umrah tersebut.
Syahrini disebut-sebut mendapatkan paket plus perjalanan umrah dan pelesiran ke Turki secara cuma-cuma alias gratis. Total 11 anggota keluarga yang diajak Syahrini untuk pelesiran dengan dibiayai First Travel.
Tak tanggung-tanggung. Andika dan Anniesa rela mengocek kantong hingga Rp 1 miliar. Duit tersebut disinyalir merupakan setoran calon jemaah yang sudah berharap diberangkatkan.
"Syahrini berangkat Maret 2017 sampai 6 April 2017 dengan membawa serta 11 keluarganya. Fasilitas gratis yaitu 6 tiket. Dimana 2 bisnis dan 4 ekonomi. Kemudian 12 paket umrah plus ke Turkey senilai 1 miliar," ungkap Regiana.
Selain Syahrini, ada nama almarhuman Julia Perez, Ira Irawan, Vicky Shu dan Merry Putrian.
"Pada bulan January 2017 telah diberangkat artis yaitu saudara Julia Perez. Yang mana pada saat itu Julia perez membawa orangtuanya dan manajer. Kemudian, Ira Irawan dan suaminya," ujar dia.
Dia menyebutkan keduanya mendapatkan fasilitas secara cuma-cuma. Bahkan berwisata ke Mesir. "Rombongan Julia Perez mendapatkan 6 paket VIP plus Mesir senilai Rp 400 juta," tambah dia.
"Bulan Februari 2017 diberangkatkan Vicky Shu dan Mery Putrian. Serta Anniesa juga ikut dalam rombongan umrah," ungkap dia.
"Fasilitas yang diberikan gratis Vicky Shu dan Mery Putrian paket VIP senilai Rp 108 juta," dia menambahkan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya