Sultan keluarkan Sabda Raja, warga Yogya bertanya-tanya
Merdeka.com - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan Sabda Raja di Siti Hinggil Keraton Yogyakarta, Kamis (30/4) lalu. Sabda Raja tersebut dilakukan secara tertutup dan hanya beberapa kerabat Keraton Yogyakarta.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, ada lima poin Sabda Raja yang dikeluarkan oleh Sultan. Lima poin yang ditermaktub dalam Sabda Raja tersebut yaitu pertama, pergantian nama Sri Sultan Hamengku Buwono menjadi Sri Sultan Hamengku Bawono. Ke dua, gelar Sultan tentang Khalifatullah dihapuskan. Ke tiga, penyebut kaping sedasa diganti kaping sepuluh.
Ke empat mengubah perjanjian antara pendiri Mataram Ki Ageng Giring dengan Ki Ageng Pemanahan. Ke lima yaitu menyempurnakan keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek dengan Kanjeng Kyai Ageng Joko Piturun.
Dikeluarkannya Sabda Raja tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Salah satunya datang dari Cahyo Edi, warga Maguwo, Sleman yang masih berdarah Keraton. Dia mengaku heran dengan munculnya Sabda Raja tersebut.
"Saya bertanya-tanya ada apa dengan Keraton Yogyakarta, kemarin Sabda Tama, sekarang Sabda Raja," katanya pada merdeka.com, Senin (4/5).
Meski demikian dia enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya soal Keraton memang hak Sultan untuk menentukannya. "Itu menurut saya hak Sultan," ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Azka Maula, warga Minomartani, Sleman. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi di Keraton hingga muncul Sabda Tama dan Sabda Raja.
"Kayak orang ganti namalah, pasti ada alasan yang jelas. Itu cuma Sultan yang tahu," ujarnya.
Meski demikian dia berharap perubahan apapun yang terjadi di Keraton Yogyakarta semata-mata untuk kebaikan Yogyakarta. "Kalau saya cuma berharap ini membawa hal yang baik untuk Yogyakarta, apa pun itu," tandasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya