Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sultan HB X Modifikasi PPKM dengan Optimalkan Posko di Desa dan Kecamatan

Sultan HB X Modifikasi PPKM dengan Optimalkan Posko di Desa dan Kecamatan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Presiden Jokowi menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan saat ini tidak efektif. Terbukti dengan tidak kunjung menurunnya jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pun angkat bicara. Sultan menilai efektif atau tidaknya pelaksanaan PPKM baru bisa terlihat saat akhir penerapan nanti.

"Kita lihat hasilnya setelah dua minggu. Enggak bisa terus sekaligus," ujar Sultan, Senin (1/2).

Sultan menuturkan pada penerapan PPKM jilid I di tanggal 11 hingga 22 Januari memang belum terlihat drastis penurunan angka pasien Covid-19. Meskipun demikian, ada penurunan pasien dan angka mortalitas sebanyak 5 persen di DIY.

Sultan memaparkan ada sedikit modifikasi penerapan PPKM di DIY. Yaitu dengan mengoptimalkan posko Satgas Covid-19 di level desa dan kecamatan.

Selain itu, Sultan pun mengeluarkan instruksi kepada desa dalam penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19. Bahkan dapat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) secara akuntabel transparan dan bertanggungjawab.

"Kemarin ada modifikasi (PTKM), kita lakukan modifikasi. Kita lihat dulu hasilnya. Yang penting itu memang memotong di level bawah. Desa atau RT, RW karena rata-rata sudah penularan itu keluarga, bapak, ibu, anak, sama tetangga," ungkap Sultan.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP