Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sultan Hamengku Buwono X ditetapkan sebagai Gubernur DIY

Sultan Hamengku Buwono X ditetapkan sebagai Gubernur DIY Sri Sultan dan Pakualam. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sultan HamengkuBuwono X dan Paku Alam IX secara resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2012-2017.

"Mereka ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan 2012-2017," kata Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana di Yogyakarta, Jumat (21/9), seperti dilansir Antara.

Penetapan keduanya berdasarkan Keputusan 44/K/DPRD/2012 tentang Penetapan Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY dan Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2012-2017.

"Dengan demikian Sultan dan Paku Alam secara resmi menduduki jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY masa bakti 2012-2017. Semua anggota DPRD DIY yang hadir dalam rapat paripurna menyetujui keputusan tersebut," kata Yoeke.

Sultan dan Paku Alam sebelumnya menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa bakti 2008-2012. Saat menyampaikan visi dan misi pada Rapat Paripurna DPRD DIY, Sultan mengatakan pembangunan DIY dilandasi filosofi "Hamemayu Hayuning Bawana" yang berarti kewajiban untuk melindungi, memelihara, dan membina keselamatan dunia.

Oleh karena itu, menurut dia, visi pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DIY 2005-2025 adalah mewujudkan provinsi itu menjadi pusat pendidikan dan budaya.

"Selain itu juga menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sultan mengatakan misi RPJPD DIY 2005-2025 antara lain mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing dan akuntabel yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal.

Selain itu, mewujudkan budaya adiluhung yang didukung konsep, pengetahuan budaya, pelestarian dan pengembangan hasil budaya, dan nilai-nilai budaya secara berkesinambungan, mewujudkan kepariwisataan yang kreatif dan inovatif.

Misi lainnya adalah mewujudkan sosio-kultural dan sosio-ekonomi yang inovatif berbasis kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan, serta kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

"Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tentu akan banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, sehingga perlu langkah akselerasi untuk menata ulang hubungan tata laku antarwarga dengan lingkungannya dan antara insan dengan Tuhan," kata Sultan. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP