Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sulit Beraktivitas, Warga Terdampak Proyek Tol Serbaraja Ajukan Pembangunan JPO

Sulit Beraktivitas, Warga Terdampak Proyek Tol Serbaraja Ajukan Pembangunan JPO Warga Terdampak Proyek Tol Serbaraja Ajukan Pembangunan JPO. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan kepala keluarga di RT02/01 dan RT 03/02, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, meminta percepatan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di wilayah terdampak pembangunan proyek Tol Serpong - Balaraja. Hal itu menyusul janji kontraktor proyek tol yang mengaku segera membangun JPO untuk kebutuhan lalu lintas warga dalam pertemuan awal November 2021 lalu.

"Kemarin kita kan sudah pengajuan surat ke pihak kontraktor, dari warga juga sudah tanda tangan untuk pengajuan JPO. Jadi mudah-mudahan dengan adanya spanduk ini dapat disetujui dan bisa secepatnya dibangun untuk JPO," kata Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Cilenggang, Neni Prihartini ditemui, Senin (13/12/2021).

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga yang lahan dan bangunannya tidak tergusur karena proyek tol, memasang spanduk di pagar tembok proyek tol yang saat ini dalam tahap pekerjaan.

Dalam spanduk yang terpasang itu, warga menuntut pihak pengelola tol segera membangun JPO untuk kemudahan aksesibilitas masyarakat.

"Mau sekolah, kerja susah. Kami hanya butuh JPO. Bukan yang lain. Kami sengsara" bunyi tulisan dalam spanduk protes warga Cilenggang itu.

Spanduk lainnya, juga bertuliskan "Kami butuh JPO untuk aktivitas" isi tulisan dalam spanduk. Neni menegaskan, spanduk bertuliskan permohonan JPO itu merupakan aspirasi yang dikeluhkan oleh warga di dua RT dalam dua wilayah RW yang berbeda. Hal itu, kata Neni, menyusul adanya pertemuan warga dengan pihak kontraktor jalan Tol, yang menjanjikan pembangunan JPO bagi warga pengguna jalan di kampung itu.

"Warga ingin ada JPO buat akses menyeberang. Seperti untuk anak sekolah, akses untuk kita lalu lalang, kemudian untuk ke jalan raya, ke pasar, atau kemana gitu. Yang tadinya kita dekat aksesnya, sekarang harus memutar jauh. Apalagi yang engga punya kendaraan, belum kalau hujan, jalanan licin dan sulit dilalui," ungkapnya

Imam Sopian, tokoh masyarakat setempat berharap pihak kontraktor segera merealisasikan pembangunan JPO, walau proyek tol masih proses pengerjaan.

"Harapan kami sebenarnya pembangunan JPO diutamakan, karena masyarakat sudah sangat membutuhkan. Kami kira tol yang belum dilintasi saja segera diselesaikan, ini (JPO) yang menjadi kebutuhan dasar warga seharusnya bisa didahulukan," kata dia.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP