Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukotjo sebut Budi Susanto calo proyek simulator SIM

Sukotjo sebut Budi Susanto calo proyek simulator SIM Simulator SIM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo Sastronegoro Bambang, menyatakan mantan rekan bisnisnya, Budi Susanto, adalah calo proyek simulator SIM. Lebih dari itu, Sukotjo juga menyebut Budi sebagai makelar proyek Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor.

"Calo dari proyek ini (simulator SIM) adalah Budi Susanto. Termasuk proyek TNKB," kata Sukotjo saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (24/5).

Sukotjo mengaku pernah menyetor uang Rp 8 miliar kepada Primer Koperasi Polri (Primkopol) Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri. Duit itu, kata Sukotjo, diminta oleh Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), Budi Susanto, buat keperluan memuluskan proyek TNKB.

"Budi Susanto yang meminta Rp 8 miliar disetor ke Primkoppol. Kata dia itu buat proyek TNKB," papar Sukotjo.

Memang, dalam surat penetapan pemenang lelang, PT CMMA yang lolos sebagai pemenang dan pelaksana proyek. Tetapi pada kenyataannya, PT CMMA memberikan pekerjaan itu kepada PT ITI.

Menurut dia, pemberian Rp 8 miliar itu terjadi pada 13 Januari 2011. Dia meminta stafnya yang bernama Vivi mentransfer duit itu ke rekening Primkoppol Ditlantas Mabes Polri di Bank Mandiri dengan nomor rekening 1260088006969.

Kemudian di hari yang sama, Budi Susanto kembali meminta uang Rp 4 miliar. Menurut dia, dari Rp 4 miliar itu, sebesar Rp 2 miliar diambil oleh Budi Susanto. Lantas, Budi meminta Sukotjo memberikan sisanya kepada Djoko Susilo di kantornya di Gedung Korlantas Polri.

"Saat itu, saya bersama sopir, Ijay Herno, membawa Rp 2 miliar ke ruangan terdakwa, di lantai dua Gedung Korlantas," ujar Sukotjo.

Berikutnya Sukotjo bertemu dengan sekretaris pribadi Djoko, Tri Hudi Ernawati alias Erna. Saat itu, lanjut dia, Erna mengatakan Djoko tidak ada di tempat, dan dia meminta paketnya diletakkan dekat meja Erna.

Sukotjo mengatakan, semua uang itu dia ambil dari kas perusahaan, dan duit pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 100 miliar. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP