Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukhoi harusnya tak boleh bawa penumpang

Sukhoi harusnya tak boleh bawa penumpang TKP jatuhnya sukhoi. merdeka.com/illustrasi/alphond

Merdeka.com - Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak, Bogor. Pesawat yang datang ke Indonesia dalam rangka penerbangan promosi (joy flight) itu mengangkut 37 penumpang dan delapan orang awak.

Hal ini memunculkan polemik. Sebab, pesawat yang tiba di Indonesia sejak Selasa sore itu belum memiliki sertifikasi kelaikan terbang.

"Karena hanya memiliki izin terbang, seharusnya di dalam pesawat itu hanya ada pilot dan co-pilot saja. Menurut saya dengan izin terbang, dilarang ada penumpang atau warga sipil di dalam pesawat," kata anggota Komisi V DPR Ali Wongso Halomoan, Jumat (11/5).

Anggota Fraksi Golkar ini mengaku sudah menghubungi Kementerian Perhubungan soal izin terbang pesawat buatan Rusia itu. Hasilnya, pesawat nahas itu sudah memiliki izin terbang dari tiga instansi, yakni: Kementerian Luar Negeri, TNI dan Kementerian Perhubungan.

"Tapi bukan izin atau sertifikasi kelaikan terbang. Kalau ada warga sipil di dalam sebuah pesawat, maka artinya sudah ada sertifikasi laik terbang. Sementara Sukhoi Superjet 100 tak memiliki sertifikat laik terbang," kata Ali.

Dia mengimbau Kementerian Perhubungan lebih teliti dalam menjalankan tugasnya. Sebab, hal ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

"Kejadian ini harus diambil hikmahnya. Pemerintah harus lebih teliti, mengecek dan memantau setiap perkembangan, terutama soal perizinan karena menyangkut keselamatan orang," kata Ali. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP