Sudirman Said sebut Riza Chalid mafia migas
Merdeka.com - Dalam sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyebut Riza Chalid sebagai sosok kontroversial.
Mengenai hal itu, Sudirman Said menjabarkan, bahwa kiprah pengusaha migas itu saat ini sudah semakin terbuka. Bahkan, segala hal yang berkaitan dengan sebutan 'mafia migas' sudah melekat dalam diri Riza Chalid.
"Hahaha, Iya sekarang kan sudah muncul di media kan bagaimana kiprahnya dia, bagaimana urusan-urusan istilah 'mafia migas' dikaitkan sama dirinya kan," kata Sudirman di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (16/12).
Sudirman pun melihat sosok Riza Chalid erat dengan sebutan 'mafia migas' setelah hasil audit Petral keluar. "Kalau lihat hasil audit Petral memang begitulah dia," tutur Sudirman.
Dalam sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Menteri ESDM Sudirman Said menyinggung soal sosok Riza Chalid yang ikut serta dalam pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Dia tidak segan menyebut Riza Chalid sebagai sosok yang kontroversial di sektor minyak dan gas bumi.
"Setelah pertemuan kedua, kami (Sudirman Said) dilaporin. Maroef kaget karena ada Riza Chalid. padahal tidak punya hubungan apapun dengan Freeport. Seperti diketahui publik nama ini adalah kontroversi dikaitkan dengan migas. Jadi menarik didalami kenapa begitu (ada Riza)," jelas Sudirman Said di ruang sidang MKD, gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/12).
Dia melanjutkan, kehadiran sosok Riza Chalid dalam pertemuan itu yang akhirnya membuat Maroef Sjamsoeddin memutuskan untuk merekam isi pembicaraan pada pertemuan selanjutnya dengan Ketua DPR Setya Novanto.
"Ketika Maroef dihubungi lagi straf Setya Novanto dan Riza, dia tanya ini bagaimana? Saya katakan temui saja, tapi tolong saya diberi tahu pokok pembicaraan. Saya kira rekaman itu inisiatf Maroef. Nanti bisa dikonfirmasi, menurut Maroef, harus proteksi diri kalau ada hal yang nyerempet pelanggaran, punya bukti," bebernya.
Mantan Dirut PT Pindad ini mengaku mendapatkan rekaman tersebut secara langsung dari Maroef Sjamsuddin. Bos Freeport itu menyerahkan rekaman ke kantor Sudirman Said.
"Kami terima rekaman utuh dari Maroef. Lalu kami siapkan filenya sesuai pokok pembicaraan yang sesuai tupoksi kami sebagai menteri ESDM. Satu minggu sebelum pengaduan MKD," ucapnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya