Sudah lupakah dengan Sapta Marga, prajurit?
Merdeka.com - Sepak terjang segelintir anggota TNI jadi sorotan belakangan ini. Sayangnya bukan prestasi. Aksi sekelompok tentara ini malah meresahkan masyarakat. Di Jakarta, sepak terjang beberapa anggota TNI benar-benar menakutkan. Mereka keliling kota naik motor, mencari pembunuh rekan mereka, Kelasi Arifin Siri, yang tewas ditusuk.
Aksi brutal ini tidak pandang bulu. Beberapa korban diduga meregang nyawa di tangan kelompok bermotor yang mengenakan pita kuning sebagai identitasnya.
Puncaknya terjadi Jumat (13/4) dini hari, segerombolan orang yang menggunakan sepeda motor beraksi di sejumlah titik di Jakarta. Seorang tewas dan beberapa lainnya terluka parah. Mereka mengobrak-abrik gerai 7eleven di Salemba, Jakarta Pusat. Gerombolan ini juga merusak Polsek Tanjung Priok. Sejak awal, sejumlah saksi mata menduga para penyerang ini adalah anggota TNI. Serangan terkoordinir rapi, badan tegap serta tanda pita kuning, yang lazim digunakan sebagai penanda sebuah operasi, menjadi identitas mereka.
Benar, Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris mengakui keterlibatan anggota TNI. Ada empat yang ikut-ikutan aksi balas dendam itu. Mereka anggota pasukan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) VI Tanjung Priok, Jakarta Utara, yakni Sersan Dua Yogi Pramana, Sersan Dua Jaka Trima, Prajurit Kepala Mazuri, dan Prajurit Satu M Khotibul. Mereka ikut karena solidaritas, tak terima rekan mereka ditusuk.
"Akan dihukum. Ya disel," tegas Waris soal kelakuan anak buahnya itu.
Sementara itu POM TNI AL masih mencari keterlibatan anggota TNI AL yang diduga ikut-ikutan aksi tersebut.
Kasus geng motor belum terungkap, kembali TNI buat ulah. Kali ini terjadi di Gorontalo. Beberapa anggota Yon 221 Kostrad terlibat bentrok dengan anggota Brimob, Minggu (22/4). Entah siapa yang salah dan siapa yang benar dalam peristiwa itu. Tapi yang jelas empat anggota Kostrad ditembak Brimob. Situasi sempat mencekam.
Awalnya, patroli Brimob dilempari batu dan botol oleh orang tak dikenal. Dua anggota Brimob terluka akibat lemparan botol. Merasa kesal, Brimob kemudian menggelar sweeping. Saat sweeping itulah, empat anggota Kostrad luka akibat ditembak Brimob. Keempatnya masih menjalani perawatan.
"Tiga buah sepeda motor yang berboncengan dan langsung dicegat oleh Brimob. Namun dua sepeda motor melarikan diri sehingga ditembak oleh Brimob. Sedangkan 1 sepeda motor yang berboncengan langsung berhenti. Akibat kejadian tersebut 4 anggota Kostrad luka tembak peluru karet," jelas Kapendam Wirabuana Kolonel Yance Woley kepada merdeka.com, Minggu (22/4).
Nama korban yang terluka:
1. Pratu Apriadi luka tembak di punggung kiri dan lutut kiri.
2. Prada firman luka tembak tangan kiri tembus dada.
3. Pratu Yanris luka tembak kaki kanan.
4. Pratu Tiifli luka tembak paha kanan.
Sedangkan Sertu Sandar dan Prada Rahman ditangkap Brimob dan di bawa ke Sub Denpom.
Untuk mencegah aksi balasan, masing-masing komandan melakukan koordinasi internal. Mabes TNI mengeluarkan perintah anggota TNI harus berkepala dingin dan tidak terprovokasi langsung. Mabes TNI AD membentuk tim investigasi. Pangkostrad Letjen Munir dan Pangdam Wirabuana akan mengusut langsung kasus ini.
Dalam Sapta Marga atau delapan sumpah TNI, jelas TNI harus menjunjung tinggi profesionalitas. Mematuhi aturan dan disiplin prajurit.
Pertanyaannya, saat aparat bertikai, pada siapa rakyat harus berlindung? (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya