Sudah 7 Pekan Depok Masuk Zona Merah Covid-19
Merdeka.com - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan Kota Depok sudah tujuh pekan berada status risiko tinggi atau zona merah. Pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka penyebaran, seperti peran Kampung Siaga Covid-19.
“Kita sudah masuk ke pekan ketujuh zona merah. Untuk menekan peningkatan kasus tentunya itu di hulu ya, basis kita adalah Kampung Siaga Covid-19,” katanya, Jumat (22/1).
Soal status kedaerahan, menurut Dadang, tidak lepas dari adanya gap data antara daerah dengan pusat. Sehingga pihaknya melakukan rekonsiliasi data sehingga akan terlihat status nyata di suatu daerah.
“Saat ini juga kami sedang melakukan rekonsiliasi dengan pusat karena gap data waktu yang lalu cukup tinggi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai mengecil, mudah-mudahan ini sebagai basis data yang akurat yang akan digunakan untuk perhitungan zona resiko daerah,” tegasnya.
Selain itu, Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) juga memiliki peranan. Kepala OPD memiliki tanggungjawab pada satu wilayah untuk menekan angka penyebaran.
“Jadi saat ini sudah ditandatangani juga SE dari Bapak Wali kota Depok untuk kepala OPD menjadi pengawas bersama strukturalnya dalam satu wilayah kecamatan,” katanya.
Dia mencontohkan, satu kepala OPD diberi tanggung jawab di satu kecamatan bersama satu orang tim pengawas (timwas). Mereka saling berkordinasi untuk bersama-sama menekan penyebaran di wilayah tersebut.
“Jadi satu Kepala OPD bertanggungjawab untuk satu wilayah bersama seluruh strukturalnya untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan kelurahan di wilayah tersebut. Termasuk juga contact person jadi ketika ada warga ada kendala apapun nanti akan berhubungan dengan tim pengawas yang ada di setiap kecamatan,” ungkapnya.
Untuk penambahan kasus saat ini mencapai 300 orang per hari. Hal itu sudah terjadi sejak sepekan belakangan.
“Untuk kasus 300 per hari ini dalam pekan ini, sudah sepekan ini. Jadi tadi peningkatan kasus tertinggi itu pada klaster keluarga yang paling banyak. Jadi ada kasus 1 orang keluarga awalnya import case dia 1 orang keluarga itu memaparkan kepada anggota keluarga yang lain ya. Jadi rata-rata seperti itu, jadi keluarga tempat ke tempat kerja keluarga,” tutupnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya