Suasana histeris warnai pemakaman Ratna di Magelang
Merdeka.com - Suasana histeris mewarnai prosesi pemakaman Ratnawati(37), korban pembunuhan sadis di Magelang. Tak hanya penuh isak tangis keluarga, prosesi pemakaman juga sempat diwarnai insiden kesurupan.
Jenazah Ratna dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Suropanda, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (22/4). Sebelum dimakamkan, jenazah Ratna sempat disemayamkan selama tiga hari di Yayasan Kematian Dharma Jalan Singosari, Kota Magelang. Kedua orang tua Ratna, Chik Wawa(66) dan Edy Handoko (66) menangis histeris, seakan tak percaya dengan kejadian yang menimpa putrinya.
"Ratna balaskan kematianmu. Ikuti terus dan kejar pelaku pembunuhmu. Jangan sampai kau lepaskan. Kamu harus tetap membalaskan kematianmu Ratna. Ibumu tidak terima Ratna, ibumu tidak terima," teriak ibu Ratna, Chik Wawa, sambil membanting kursi yang ada didekat liang lahat Ratna. Pendeta yang memimpin pemakaman Ratna bersama keluarga lainnya mencoba menenangkan wanita paruh baya itu.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus menyelidiki kasus pembunuhan sadis ini. Walaupun olah TKP sudah dilakukan tiga kali dan memeriksa sembilan saksi, polisi belum menemukan berhasil menangkap pelaku.
Ratna ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Perumahan Bumi Prayudan, Desa Prajenan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng. Jenazah Ratna pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Shelin (9) pada hari Kamis (19/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Ratna meregang nyawa setelah ditusuk sebanyak 20 kali tusukan dengan sebilah pisau dapur.
Saat peristiwa keji itu terjadi, putra Ratna bernama Joshua (4) alias Jojo sengaja didudukkan pelaku pembunuhan di ruang tengah. Pelaku kemudian menyetel televisi dengan volume yang sengaja diperbesar agar tidak terdengar tetangga saat menghabisi nyawa Ratna. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya