Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Stres kangen orang tua, ibu 3 anak di Samarinda milih pakai sabu

Stres kangen orang tua, ibu 3 anak di Samarinda milih pakai sabu Pengguna sabu di Samarinda. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Eva (30), warga Pelita III Sambutan, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, memilih nyabu untuk meredakan stres kangen dengan orang tua di kampung. Atas perbuatannya, kini Eva meringkuk di sel tahanan Mapolresta Samarinda, bersama iparnya, Muslimin (31).

"Iya, saya nyabu di rumah. Suami saya tidak tahu karena kerja buruh bangunan," kata Eva, saat berbincang bersama merdeka.com, di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi 01, Rabu (25/5).

Selain sebagai pengguna, Eva juga diduga sebagai kurir sabu. Berdasarkan pengakuannya, dia memilih mengisap sabu hanya gara-gara kangen orang tuanya di kampung. Sudah bertahun-tahun dia tidak bisa pulang ke kampung lantaran tak punya biaya. Menurutnya, uang dari suami hanya cukup menghidupi keperluan ketiga anaknya.

"Saya masih menyusui anak ketiga saya. Awalnya saya pakai sabu ikut-ikutan teman. Nyabu untuk mengobati kangen orang tua di kampung," ujarnya.

Eva, ikut membantu Muslimin yang juga kerja serabutan dan tinggal serumah. Muslimin, memang bisnis jual beli sabu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Saya ketangkapnya sore kemarin sekitar jam 5. Waktu itu saya naik motor saya simpan 1 poket sabu seperempat gram yang baru saya ambil harganya Rp 400 ribu. Itu sabu pesanan kakak ipar saya (Muslimin)," ungkapnya.

Dia mengaku, menggunakan sabu tersebut lantaran terpengaruh oleh temannya. Setiap kali punya uang, Eva menghabiskannya untuk membeli sabu.

"Diajari teman (cewek) nyabu, karena kangen orang tua. Ya gimana pengaruh teman. Memang uang yang ada kalau tidak dibelikan sabu bisa pulang ke kampung. Tapi mau bagaimana?," terang Eva.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah mengatakan, Eva terlebih dulu diamankan menyusul Muslimin. Dari tangan keduanya, petugas menyita 3 poket berisi 1,6 gram sabu senilai Rp 1,5 juta.

Masih di hari yang sama, lanjut Belny, petugas juga menangkap Sapta (33), warga Jalan Lambung Mangkurat, yang diduga sebagai pengedar. Di rumahnya, petugas menyita 0,48 gram sabu senilai Rp 500 ribu, yang disembunyikannya di bawah bantal.

"Teman Sapta, melompat ke sungai waktu kita geledah rumahnya (Sapta)," pungkas Belny.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP