Stok Vaksin DPT di Jateng Langka, IDAI Khawatir Terjadi Lonjakan Kasus
Merdeka.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah khawatir akan kosongnya stok vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT). Terlebih jika kekosongan berlarut-larut, ditakutkan memunculkan wabah penyakit yang dialami pada bayi usia di bawah satu tahun.
"Kalau stok habis ini yang dirugikan anak-anak. Jadi yang paling kita takutkan terjadi lonjakan kasus yang sebenarnya bisa dihindari dengan vaksin seperti difteri, campaign, tetanus, campak dan hepatitis B," kata Sekretaris IDAI Jateng, Choirul Anam, Jumat (1/10).
Dia menyebut selain berimbas pada kesehatan bayi, kelangkaan vaksin DPT juga akan mengacaukan jadwal imunisasi lantaran adanya penundaan imuninasi.
"Ini akan jadi hambatan karena DPT bagi imunisasi bayi itu sangat penting. Seharusnya ini tidak terjadi karena bisa diantisipasi oleh pemerintah," ungkapnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki logistik vaksin, sehingga kebutuhan bagi masyarakat dapat terpenuhi lagi. "Semoga stoknya dikirim pemerintah. Karena ini menyangkut pada kesehatan bayi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pandanaran Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati menanggapi kelangkaan vaksin DPT pada bayi, dengan milih mengganti penggunaan vaksin Pentabio.
"Memang sebelumnya DPT tidak ada kiriman lagi, di sisi lain permintaan masyarakat untuk mengimunisasi bayinya itu meningkat. Maka cara yang kita tempuh dengan menggunakan vaksin Pentabio. Kita ganti dengan jenis vaksin yang lebih komplet aja," kata Nur Dian Rakhmawati saat dikonfirmasi.
Dia menyebut vaksin Pentabio merupakan vaksin kombinasi yang berisi obat Jerap Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B Rekombinan, Haemophilus influenza tipe b. Pihaknya telah menjalankan instruksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang yang memerintahkan menggunakan vaksin Pentabio untuk program imunisasi bagi bayi yang baru lahir.
"Ini aman kok digunakan bagi bayi yang baru dilahirkan. Kandungan vaksinnya lebih lengkap ketimbang DPT," ungkapnya.
Sedangkan DPT fungsinya untuk pencegahan difteri, pertusi dan tetanus. Penggunaan vaksin Pentabio sudah disosialisasikan kepada para ibu.
"Yang Pentabio ini ada hepatitisnya, rekombian, influenza. Menurut saya tidak masalah mengganti DPT dengan Pentabio. Fungsinya juga sama," tutupnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya