Status Saldi Isra kini yang mulia, diharapkan tak jadi yang ternista
Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat menaruh harapan besar kepada hakim konstitusi yang baru saja dilantik, Saldi Isra. Arief meyakini kehadiran Saldi yang menggenapkan sembilan hakim MK bakal membawa angin segar karena usianya yang masih muda.
"Karena Pak Saldi masih muda, kita harapkan menjadi akselerator, semoga bisa membuat akselerasi," kata Arief, di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/4).
Ketua Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK), Abdul Mukti Fajar juga menitipkan beberapa pesan kepada Saldi. Mukti mengingatkan, status Saldi saat ini telah berubah dan memikul tanggung jawab yang sangat berat untuk lima tahun ke depan.
"Profesor Saldi Isra berhenti sebagai pengamat dan guru besar untuk sementara karena beliau sekarang sudah berpredikat yang mulia. Ini tentu satu predikat yang tidak ringan," kata Mukti.
Mukti mengungkapkan, dewan etik MK telah membekali Saldi sebuah buku yang berisi tentang kode etik hakim MK yang dideklarasikan satu dasawarsa lalu. Dia berpesan agar buku tersebut jangan hanya dijadikan kenang-kenangan melainkan untuk dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan. Karena terhitung hari ini, Saldi Isra sudah terikat dengan kode etik hakim MK. Hakim MK harus melepas semua jabatan-jabatan lain yang dipegang agar fokus.
Mukti menjelaskan, keberadaan dewan etik sebagai perangkat MK yang diharapkan bisa menjaga harkat martabat dan keluhuran hakim MK. Karena itu dewan etik berharap Saldi Isra menjaga etika hakim MK.
"Yang hari ini juga sudah akan sering dipanggil yang mulia, kita tidak ingin lagi dengar dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang kurang menyedapkan di lingkungan konstitusi. Selama satu dasawarsa dapat kami catat bahwa sudah dua kali hakim yang tadinya berpredikat yang mulia kemudian menjadi berpredikat yang ternista karena perilakunya pribadi," tegas Mukti.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya