Status Merapi Siaga, Ratusan Hewan Ternak Milik Warga di Sleman Dievakuasi
Merdeka.com - Ratusan warga dari kelompok rentan d Kalitengah Lor diungsikan ke Barak Pengungsian Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman pada Sabtu (7/11) seiring naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga. Setelahnya pada Senin (9/11), giliran ratusan sapi milik warga yang diungsikan.
Para sapi milik warga Kalitengah ini diungsikan sementara ke kandang komunal yang ada di daerah Singlar, Desa Glagaharjo. Dengan menggunakan kendaraan bak terbuka, sapi-sapi ini dipindahkan dari kandang di rumah warga ke kandang komunal.
Camat Cangkringan, Suparmono mengatakan, untuk wilayah Kalitengah Lor terdapat 294 ekor sapi milik warga. Dari jumlah itu, 95 adalah sapi perah dan sisanya ada sapi pedaging.
"Hari ini diungsikan yang sapi perah di Barak Singlar. Skenario kami, di sana khusus sapi perah. Tapi, ada juga beberapa ekor sapi potong yang dipindah ke sana karena pemiliknya khawatir. Harapan saya hari ini selesai (proses evakuasi sapi)," katanya, Senin (9/11).
Dia menuturkan, nantinya penanganan hewan ternak di kandang komunal akan melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya dari Dinas Pertanian, Dokter Hewan hingga relawan pencinta satwa.
Suparmono menjelaskan, untuk sapi perah memang dibutuhkan perawatan ekstra. Pasalnya jika dipindahkan ke kandang yang baru rentan mengalami stres.
"Sapi itukan kalau dipindah dadakan bisa stres. Apalagi kalau sapi perah, itu bisa mempengaruhi produksi susunya. Kami serahkan ke ahlinya," ujarnya.
Dia menjabarkan nantinya akan dilakukan pula pengelolaan limbah kotoran sapi di kandang komunal oleh Dinas Pertanian. Sehingga tidak ada polusi limbah.
"Rencananya ada saluran buat kencing sapi dan limbah-limbah lainnya dibantu teman-teman Dinas Pertanian. Agar kemudian tak jadi polusi, mengingat lokasinya juga tak begitu jauh dari tempat pengungsian warga," tutup Suparmono.
Relawan Buat Program Trauma Healing untuk Pengungsi
Jumlah warga Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang mengungsi di Barak Pengungsian Glagaharjo terus bertambah.
Suparmono menerangkan, jika pada Sabtu (7/11) jumlah pengungsi dari kelompok rentan ada 113 orang. Kemudian jumlah ini bertambah dan tercatat pada Senin (9/11) menjadi 185 orang.
Tambahan pengungsi ini karena ada orang tua anak-anak yang ikut menemani. Selain itu ada pula sejumlah orang yang trauma letusan Gunung Merapi dan memilih mengungsi sementara.
Suparmono menerangkan apabila jumlah pengungsi terus bertambah pihaknya bersama Pemkab Sleman telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk barak pengungsian.
"Nanti tambahan pengungsi bisa ditempatkan di SD Muhammadiyah Cepitsari. Jika kapasitasnya tak mencukupi, masih ada 7 barak pengungsian lainnya tersebar di Argomulyo, Wukirsari, Umbulharjo, dan Kepuharjo," ucap Suparmono.
Suparmono menuturkan pihaknya pun menyiapkan sejumlah program trauma healing kepada pengungsi. Bersama relawan, kata Suparmono, pihak penanggungjawab Barak Pengungsian berupaya agar pengungsi tidak mengalami stress.
"Kami minta teman-teman ini (relawan) ngobrol sama simbah-simbah buat mengurangi stres. Karena kan biasanya pagi itu mereka merumput. Cari pakan buat ternak. Mereka kangen lho sama kegiatannya itu," ungkap Suparmono.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya