Status FB picu kekerasan di perbatasan Madina-Tapsel
Merdeka.com - Status di media sosial Facebook yang memprovokasi sentimen suku ras agama dan antargolongan (SARA) memicu aksi kekerasan. Kali ini, postingan orang tak bertanggung jawab memantik bentrokan antarkampung di perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).
Sekurangnya 4 warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel terluka dalam peristiwa itu. Di antara korban ada yang mengalami luka tembak. Sementara 4 unit rumah di Desa Huta Pardomuan, Sayur Matinggi, Tapsel, juga dirusak dalam aksi kekerasan itu.
"Hingga saat ini korban jiwa nihil. Situasi kamtibmas sudah aman, terkendali dan kondusif," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (20/9).
Aksi kekerasan ini dipicu status Facebook yang memantik amarah warga, karena dinilai telah menistakan dan menantang umat agama lain. Mereka melakukan konvoi mencari pemilik akun berinisial TDS yang dikabarkan merupakan putra anggota DPRD Tapsel.
"Ada postingan di Facebook, seseorang membuat status bernuansa provokasi pada kelompok tertentu, lalu awalnya kelompok ini mencari orang yang identitasnya di akun Facebook itu. Sebenarnya TDS sudah dimintai keterangan di Polres Tapsel. Namun, dia membantah memposting status itu. Alasannya, akunnya sudah di-hack. Polres Tapsel dan Cyber Crime Polda Sumut sudah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku," jelas Rina.
Senin (19/9) sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar 60 warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Madina, konvoi mengendarai sepeda motor melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel. Penyerangan itu dihalau Personel Polres Madina yang sebelumnya telah siaga di lokasi.
Sekitar pukul 22.30 WIB, warga Desa Aek Badak Julu, Sayur Matinggi, Tapsel ikut melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan. Mereka diduga ikut terprovokasi pergerakan masyarakat Sihepeng. Penyerangan ini dihalau personel Polres Tapanuli Selatan dan Kodim 0212/TS.
Saat ini, tidak kurang dari 630 personel aparat keamanan siaga di sana. "Dari Polres Tapsel dikerahkan 100 personel, Polres Mandailing Natal 100 personel, Polres Kota Padangsidimpuan 30 personel, Brimob Den C Maragordong Sipirok 250 personel dan dari rekan kita TNI sebanyak 150 personel," papar Rina.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan isu yang belum tentu kebenarannya. "Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan provokasi berbau SARA," pungkas Rina. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya