Status Bandara Ngurah Rai waspada usai berbagai negara diancam teror
Merdeka.com - Baru saja menghela napas setelah buka tutup pasca semburan abu gunung Barujari di NTB. Kini kembali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menaikkan status keamanan dari normal menjadi waspada.
Keputusan status waspada itu diambil setelah Kementerian Perhubungan mempertimbangkan saran dari Badan Intelijen Negara (BIN). Dimana adanya muncul ancaman teror terhadap maskapai penerbangan diberbagai negara.
"Kami memang memperketat pengamanan, dari normal menjadi waspada. Ini sebagai antisipasi terhadap ancaman teror. Ya, itu sesuai surat edaran dari Bapak Menteri Perhubungan," kata Trikora Harjo General Manager Angkasa Pura I (persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (24/11).
Trikora menegaskan, bahwa peningkatan status keamanan itu diwujudkan dalam bentuk penyiapan tambahan peralatan dan personel keamanan yang berjaga di dalam dan sekitar area Bandaran baik itu yang ada di terminal domestik maupun Internasional.
Detailnya, ada penambahan peralatan X-Ray, pimtu detector, boddy scanning, detector logam serta penambahan CCTV disejumlah titik rawan. Tidak hanya itu, katanya, petugas juga dilengkapi explosive detection system (sistem deteksi bahan peledak) dan pengerahan anjing pelacak. Menariknya, selain melibatkan kesatuan dari unsur TNI dan Polri, juga melibatkan Pecalang adat setempat di wilayah Bandara Ngurah Rai.
"Peningkatan pengawasan pengamanan lebih diutamakan untuk penumpang yang masuk Bali. Peningkatan patroli kita lakukan terus, kita juga libatkan pecalang daerah setempat," Tutupnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya