Staf ahli Dewie Yasin Limpo: Saya bukan OTT, saya diculik
Merdeka.com - Staf ahli Dewie Yasin Limpo, tersangka dugaan penerima suap kasus proyek pengembangan pembangkit listrik micro hydro di Kabupaten Daiyei, Papua, Bambang Wahyu Adi menegaskan dirinya tidak terlibat dalam operasi tangkap tangan terhadap tersangka Setiadi dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai, Papua Ireniis Adii.
"Saya bukan OTT. Saya diculik," kata Bambang saat keluar dari gedung KPK, Jumat (23/10).
Jumat siang, Bambang yang ditangkap KPK saat akan menuju Makassar, Sulawesi Selatan bersama Dewie Yasin Limpo datang ke KPK untuk menandatangani sejumlah surat. Namun ia tidak menjelaskan, surat apa yang ditandatanganinya.
Setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam, KPK memindahkan Bambang ke rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan. Sementara itu, Dewie Yasin ditahan di rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
"BWH di Guntur, DYL akan dipindah ke Pondok Bambu. Pemindahan sore atau malam ini," kata Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dihubungi, Kamis (22/10).
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya