Stadion Manahan segera direvitalisasi, seluruh aktivitas publik dihentikan
Merdeka.com - Revitalisasi Stadion Manahan, Solo segera dilakukan dalam waktu dekat. Untuk memperlancar proses pembangunan stadion terbesar di Jawa Tengah itu, Pemerintah Kota Solo akan melakukan sterilisasi di kawasan itu dari aktivitas publik.
Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Joni Hari Sumantri, usai mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional di Stadion Sriwedari, Rabu (2/5). Menurut dia, sterilisasi dimaksudkan untuk menjamin kelancaran proyek tersebut.
"Selama pembangunan, bangunan stadion dan sekitarnya harus steril dari aktivitas publik, termasuk Sunday Market. Sehingga kegiatan saat proyek berlangsung aman," ujarnya.
Seperti diketahui, selama ini kompleks Stadion Manahan sering dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) saat Minggu pagi, atau sering disebut Sunday Market. Ribuan warga Solo dan sekitarnya sering kali memadati sekeliling Stadion Manahan saat ada pasar tiban tersebut.
"Sampai sekarang kami belum mengatakan kalau Sunday Market akan diliburkan. Harus dibuatkan zona aman selama pengerjaan konstruksi, biar aman. Ini menyangkut keselamatan," katanya.
Joni mengemukakan, menurut informasi yang diterimanya, revitalisasi Stadion Manahan yang menelan anggaran lebih dari Rp 200 miliar tersebut diperkirakan akan berlangsung mulai Juni 2018 hingga Oktober 2019. Hanya saja ia enggan memastikan lebih lanjut realisasi program tersebut.
"Informasi yang saya terima bulan Juni ini sudah dimulai. Diperkirakan sampai Oktober tahun depan. Perencanaan, sampai pengerjaan konstruksi sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat," jelasnya.
Joni menambahkan, anggaran revitalisasi stadion yang diresmikan mendiang Presiden Soeharto tahun 1998 itu murni dari APBN dan berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta masyarakat, tidak terkecuali PKL Sunday Market, memahami konsekuensi atas pelaksanaan revitalisasi itu. Wali Kota bahkan berencana meliburkan aktivitas Sunday Market, selama proyek itu berlangsung.
"Kalau tidak libur mau ditaruh mana? Solo tidak punya tempat lain, jadi harus libur dulu selama revitalisasi," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya