Stabilkan Harga Sembako, Pemprov Sulsel Gelar Pasar Murah
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Perdagangan melakukan pasar murah di Monumen Mandala Makassar, Selasa (8/3). Pasar murah yang digelar untuk menstabilkan harga bahan pokok tersebut langsung diserbu warga.
Kepala Disdag Sulsel, Askharie F Radjamilo mengatakan pasar murah digelar atas perintah Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk menstabilkan harga bahan pokok. Apalagi, kenaikan sejumlah bahan pokok mulai terjadi jelang Ramadan.
"Mendekati bulan Ramadan untuk menstabilkan harga. Ini juga kita laksanakan sebagai salah satu program kita," ujarnya kepada wartawan.
Saat pasar murah mulai dibuka, stand penjualan minyak goreng langsung diserbu warga. Askharie mengakui minyak goreng menjadi barang yang paling dicari oleh warga.
"Secara kebetulan minyak goreng kemasan agak susah didapatkan makanya kita kerjasama dengan distributor. Di sini kita berikan harga Rp14 ribu/liter itu sudah masuk harga premium," kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel ini.
Ia mengungkapkan pihaknya menyiapkan sebanyak 3600 paket minyak goreng dengan isi kemasan 2 liter. Askharie mengungkapkan pasar murah tidak hanya digelar di Kota Makassar saja, tetapi juga di sejumlah daerah di Sulsel.
"Di Kabupaten Gowa kemarin sudah dan hari ini di Makassar. Selanjutnya nanti Jeneponto dan sejumlah daerah lainnya di Sulsel kita akan sisir, minimal kita meringankan beban masyarakat" ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulselbar, Bakhtiar AS menambahkan pihaknya akan mendukung Pemprov Sulsel terkait ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula pasir, dan tepung terigu. Ia berharap gelaran pasar murah ini bisa terus digelar agar harga bahan pangan stabil jelang Ramadan.
"Ke depan ini akan terus dilakukan untuk menyambut ramadan dan lebaran nanti. Pemerintah akan turut hadir di masyarakat," tuturnya.
Bakhtiar mengungkapkan stok bahan pangan di Bulog Sulselbar masih mencukupi hingga enam bulan ke depan. Apalagi, diprediksi pada akhir Maret 2022, sejumlah daerah sebagai sentra penghasil beras akan memasuki musim panen.
"Sehingga saya pikir tidak ada alasan masyarakat untuk khawatir terkait persediaan pangan di Sulsel. Bulog sebagai salah satu stakeholder untuk ditugaskan itu siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menstabilkan harga," ucapnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya