Sri Lestari, 'Kartini' dan penyemangat kaum difabel
Merdeka.com - Hidup dengan segala keterbatasan tidak membuat Mbak Sri putus asa. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Sri Lestari (43) kini justru bisa keliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang difabel seperti dirinya.
Wanita kelahiran Klaten 10 Desember 1973 ini merupakan seorang difabel yang banyak menjadi pembicaraan di berbagai media. Perjuangan dan perjalanan Sri menggunakan motornya mengelilingi wilayah-wilayah di Indonesia menjadi kisah yang inspiratif bagi para difabel di Tanah Air.
Kisah Sri berawal ketika dia mengalami kecelakaan pada tahun 1997. Saat itu Sri masih berusia 23 tahun. Kecelakaan tersebut menyebabkan dia menderita kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Tragedi yang tak dapat dilupakan olehnya, walaupun pada saat dia sedang duduk di kursi penumpang. Sri menjadi gadis penderita paraplegia --kelumpuhan di kedua belah bagian bawah tubuh-- termasuk dua belah kaki.

Paraplegia adalah penurunan fungsi motor atau sensorik dari bawah. Hal ini biasanya diakibatkan oleh cederanya sum-sum tulang belakang atau kondisi bawaan seperti spina bifida yang mempengaruhi elemen-elemen saraf dari kanal tulang belakang.
Selama 10 tahun Sri kesulitan untuk keluar rumah, saat itu dia merasa kemandiriannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa. kehidupan Sri berangsur kembali seperti semula setelah Sri menggunakan kursi roda adaptif dan motor modifikasi dari UCP Roda untuk Kemanusiaan Indonesia (UCP-RUK). Bahkan 3 tahun terakhir Sri telah berhasil keliling Indonesia dari Banda Aceh hingga Jakarta dan dari Jakarta hingga Bali dengan menggunakan motor modifikasinya.
"Saya merasakan apa yang seluruh difabel rasakan, yakni keterbatasan, tetapi kini saya merasa menjalani hidup tanpa keterbatasan," ujar Mbak Sri medio September tahun lalu di Kota Manado. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya