Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Spanduk 'Salam Sakit Hati' ramai terpasang di posko PDIP Buleleng

Spanduk 'Salam Sakit Hati' ramai terpasang di posko PDIP Buleleng spanduk 'salam sakit hati' di posko PDIP Buleleng. ©2016 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Jelang Pilkada Buleleng 2017, marak bermunculan spanduk bertuliskan 'Salam Sakit Hati' di sejumlah posko Sekretariat DPC PDIP Buleleng, Bali. Kemunculan spanduk itu baru terlihat sejak sore tadi, Selasa (21/6).

Spanduk itu terpasang menggunakan kain berwarna putih dengan cat berwarna hitam. Sehingga, tulisannya bisa jelas terbaca, dengan posisi spanduk tepat berada di depan posko sekretariat DPC PDIP Buleleng.

Masyarakat Buleleng yang kebetulan melintas di sepanjang Jalan Gajah Mada, Singaraja, mulai bertanya-tanya tentang maksud dari spanduk itu.

Penjaga Sekretariat DPC PDIP Buleleng, Gede Maryana alias Degun mengaku, dirinya tidak mengetahui sejak kapan spanduk tersebut terpasang. Menurutnya, saat dirinya datang tidak sempat melihat ke arah posko. Bahkan dirinya juga mengaku, belum sempat menyampaikan hal tersebut, kepada staf maupun pengurus di DPC PDIP Buleleng.

"Saya baru datang setelah pulang kampung, tidak perhatikan ada spanduk itu. Besok saja tanyakan sama staf yang ada di DPC. Mereka, pasti ada dari pagi di sekretariat dan mudah-mudahan tahu pemasangan spanduk itu," kata Degun.

Dengan pemasangan spanduk itu menandakan, bahwa perang internal Partai pimpinan Megawati Soekarno Putri, sudah semakin memanas.

Panasnya kondisi internal PDIP, setelah Dewa Nyoman Sukrawan yang notabene Bendahara DPD PDIP Bali mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon Independen di Pilkada Buleleng 2017, didampingi Dharma Wijaya politisi senior Demokrat asal Kelurahan Kendran, Singaraja, lewat paket SURYA.

Begitu juga selanjutnya, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PAS-Sutji) yang sudah mendeklarasikan diri maju di Pilkada Buleleng lewat PDIP, walaupun belum turun rekomendasi, yang didukung juga oleh Partai NasDem dan kemungkinan bakal disusul oleh Partai Hanura.

Dengan pertarungan dua kader banteng ini akan menjadi sorotan utama publik Buleleng. Terlebih lagi, pernyataan dari Dewa Sukrawan. Dia mengaku siap menerima apapun resiko sanksi partai meskipun sanksi itu berupa pemecatan sebagai kader PDIP akibat dirinya maju sebagai calon bupati Buleleng. Kondisi ini diduga menjadi pemicu munculnya spanduk tersebut.

Belum diketahui siapa pemasang spanduk tersebut, apakah sengaja dipasang oleh dua kubu Internal PDIP yang kini disebut-sebut pecah, ataukah spanduk itu memang sengaja dipasang oleh pihak ketiga yang memanfaatkan situasi isu panasnya di internal PDIP Buleleng.

Sementara ketika berusaha dikonfirmasi, terkait keberadaan spanduk itu, seluruh petinggi DPC PDIP Buleleng, memilih untuk bungkam. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP