Sosok ZA di Mata Teman Ayahnya: Cantik dan Penurut
Merdeka.com - Rumah orangtua ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri didatangi sejumlah kerabat dekat. Salah satunya, Rabani Harahap, sahabat sang ayah ZA.
Rabani mengaku tak menyangka bila anak dari sahabatnya tersebut menjadi aksi penyerangan di Mabes Polri, Rabu (31/3) kemarin.
Rabani berkunjung ke rumah ZA sekitar Pukul 11.00 WIB, Kamis (1/4). Rabani merupakan satu jemaah masjid Almuslim dengan ayah ZA bernama M Ali. Dia berkunjung untuk mengucapkan bela sungkawa.
Mereka berdua mengobrol menggunakan bahasa daerah. Namun setelah bercakap-cakap, Ali enggan memberikan komentar dan menyerahkan kepada sahabatnya untuk menanggapi pertanyaan dari wartawan.
Dari obrolan itu, Rabani menjelaskan, kalau keluarga tak menyangka ZA yang dinilai penurut itu bisa sampai melakukan aksi teror ke Mabes Polri seorang diri. Walaupun, ZA memang pendiam dan tidak banyak berinteraksi dengan warga sekitar.
"Kenapa sampai terjadi begitu saya bilang. ‘Engga tahu katanya dia juga bilang gitu'. Tapi kalau anakmu nurut ah sama situ kalau saya ke sini," kata Rabani sambil jelaskan apa yang dibicarakan tadi dengan orangtuanya.
Bahkan, ayah ZA tak menyangka kalau anak bungsunya itulah yang melakukan aksi teror. Rabani pun turut menyampaikan kalau keluarga telah ikhlas atas kepergian ZA.
"Iya enggak tahu (ayahnya). Sabarlah Innalillahi wainnaillaihi rojiun sajalah katanya," katanya.
©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
Sedangkan, Rabani pun memuji sosok ZA melalui ayahnya. Kalau anaknya adalah anak yang cantik, dengan kulit yang putih serta berperilakukan baik.
"Baik itu. Tapi enggak ngobrol. Sama bapaknya doang lewat sini saya bilang anakmu cakep ya, gitu doang. Kalau saya enggak ngomong (langsung)," kata Rabani.
Lebih lanjut, Rabani mengungkapkan, kalau keluarga ZA memang terkenal rajin dalam ibadah di masjid sekitar rumah, baik di masjid Almuslim maupun Nurul Huda. Ayahnya jarang absen menunaikan salat berjamaah di masjid.
"Ngomongin agama saja kami di Masjid. Paling itu pak Ali luar biasa baiknya ya. Paling itu doang. Baik banget gitu ya. Suka kasih ke kita. Itu saja yang kami omongin. Kadang beritikaf tiga hari sama dia, baik itu," tuturnya.
Diketahui, dengan berpakaian gamis hitam, bercadar dan berkerudung, ZA menerobos masuk ke area Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (31/3) sore. Dia masuk dan menembakkan 6 kali senjata ke arah petugas. ZA pun terpaksa dilumpuhkan hingga tewas.
Jenazah ZA telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon pada Kamis (1/4) dini hari, tanpa dibawa ke rumah duka.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya