Sopir angkutan umum demo, ini jalanan yang ditutup
Merdeka.com - Ratusan sopir angkutan umum, mulai dari bajaj, taksi hingga kopaja menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta menolak moda transportasi berbasis online. Banyaknya massa yang berdemo membuat aparat kepolisian mengalihkan arus lalu lintas dan menutup total Jalan Merdeka Selatan.
"Informasinya penutupan dilakukan dari patung kuda, kendaraan tidak boleh mengarah ke kanan (arah Balai Kota). Penutupan hanya dilakukan di depan Balai Kota saja," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Gery saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (14/3).
Penutupan jalan juga dilakukan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Belum diketahui kapan jalan akan dibuka kembali.
"Pembukaan sifatnya situasional saja, tergantung kondisi di lapangan," lanjut Gery.
Sebelumnya, ratusan sopir angkutan umum, mulai dari taksi hingga bajaj melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam aksinya mereka menuntut, Pemrov DKI Jakarta untuk menutup aplikasi transportasi online seperti Grab dan Uber.
"Saya minta kepada pejabat berwenang untuk gubernur, presiden, atau kominfo untuk menutup aplikasi Uber dan Grab," kata Sodikin, perwakilan pengunjuk rasa dari Express Taxi, Senin (14/3).
Sodikin menjelaskan, aplikasi taksi online telah melanggar Undang-Undang Lalu Lintas tahun 1992, tentang Angkutan Umum dan Jalan Raya. Taksi online, lanjutnya, juga tidak memiliki izin usaha angkutan.
"STNK bukan tanda lega suatu usaha, tapi surat pertanda nomor kendaraan. Bukan izin legal," ujarnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya