Sopir Angkot Depok Pasang Spanduk 'Jangan Biarkan Kami Mati', Polisi Beri Sembako
Merdeka.com - Para sopir angkutan kota di Depok mengeluh pendapatan turun drastis selama masa PPKM. Mereka pun memasang spanduk di sejumlah titik yaitu di kawasan Grand Depok City (GDC) dan Simpangan Depok. Spanduk itu bertuliskan 'Kami Supir ANGKOT Kota DEPOK Lapaaar, Jangan Biarkan Kami Mati, Mana Perhatianmu?'.
Rahmat salah satu sopir mengatakan, dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4 sangat berat. Dia bahkan tidak mendapatkan uang dari hasil seharian menarik angkot.
"Cuma buat beli bensin doang habis. Boro-boro buat makan enggak ada," katanya, di Depok, Jumat (30/7).
Hari-hari sebelumnya dia masih bisa mendapat uang Rp120 ribu. Namun sekarang dia hanya dapat uang Rp Rp30ribu-50ribu yang digunakan untuk membeli bahan bakar. Jumlah penumpang pun turun drastis.
"Paling banyak, paling banyak nih, hanya 3 orang (penumpang). Kita paling tinggi satu rit dapat Rp 30.000, kalau Rp 50.000 sudah jago benar. Itu pun untuk setoran Rp 25.000, bensin Rp 25.000, kita kosong," ucapnya.
Rahmat memiliki dua anak yang masih sekolah. Dia pun mengaku bingung untuk menghidupi keluarga dengan kondisi seperti ini. Dia pun meminta agar ada perhatian dari pemerintah terkait nasibnya dan teman-temannya. Dia mengaku belum pernah mendapat bantuan selama PPKM Darurat dan Level 4.
"Kita tolong diperhatikan saja deh. Sopir-sopir angkot ini tolong diperhatikan. Intinya kita selaku sopir Kota Depok minta diperhatikan aja deh. Harapannya ada perhatian lah dari Pemerintah Kota Depok. Kalau keluhan sih kayaknya semua ngeluh, dari (sopir rute) 01, 02, semua, mengeluhkan," ucapnya.
Mendengar keluhan tersebut, Polsek Sukmajaya pun langsung mendatangi para sopir dan memberikan bantuan paket sembako. Harapannya agar beban para sopir dapat berkurang.
"Kami mendengar keluhan para sopir. Kami mendatangi mereka dan memberikan paket bantuan yang harapannya bisa meringankan beban mereka," kata Kapolsek Sukmajaya AKP Syafri Wasdar.
Paket bantuan yang diberikan sebanyak 50 bungkus dan berisi beras dan makanan kering. Syafri juga sempat mendengarkan keluhan para sopir soal penurunan pendapatan yang drastis selama PPKM Darurat dan Level 4.
"Para sopir angkot teriak pendapatan menurun hampir 50 persen selama PPKM Level 4 ini. Harapannya agar bantuan ini dapat meringankan beban mereka. Dan kita akan terus membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan dan terdampak PPKM Level 4," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya