Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Solusi masalah kesehatan di Jabar, jawaban 4 Paslon hampir sama

Solusi masalah kesehatan di Jabar, jawaban 4 Paslon hampir sama Debat Kandidat Terakhir Pilgub Jabar. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pamer program untuk upaya peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan. Namun dalam sesi tersebut, semua mengemukakan ide yang hampir sama.

Penjelasan sesi ini diawali oleh pemaparan Cawagub nomor urut 3 Dedi Mulyadi. Dia menilai, peningkatan taraf kesehatan dan pendidikan harus diiringi dengan regulasi yang dibuat pemerintah.

"Kami akan mendorong dokter bukan hanya hadir di kota. Mereka harus datang ke masyarakat. Gaji dokter pun harus ditentukan dengan jumlah warga yang sakit di sebuah wilayah," katanya.

"Jika jumlahnya sedikit, atau tingkat warganya yang sakit, maka gaji dokter makin tinggi," lanjutnya.

Akses masyarakat ke rumah sakit rujukan harus dibangun di empat wilayah Jabar untuk memaksimalkan pelayanan.

Terkait pendidikan, anak pedesaan dan perkotaan harus tumbuh tidak terinterfensi dengan teknologi yang menekan nalar. "Semua anakan carus Cageur, bageur pinte," ucapnya.

Cagub nomor urut 1, Ridwan kamil menyatakan bahwa untuk meningkatkan indeks pendidikan kesehatan yang harus diperhatikan adalah dasarnya.

"Yang terpenting hidup sehat. Rumah sakit boleh sedikit tapi warganya sehat. Adil itu menempatkan sesuai dengan takarannya. Kami pun berkomitmen menggratiskan akses pendidikan dan kesehatan kepada warga yang kurang mampu," ucapnya.

Program lain yang akan diwujudkan adalah layanan rawat di mana dokter yang datang ke masyarakat.

Sementara itu, Cagub nomor urut 2, TB Hasanudin menyebut bahwa derajat kesehatan Jabar berada di peringkat 10.

"Banyak masyarakat miskin tidak mampu membayar biaya berobat. Kami ingin RS rujukan itu ada di empat wilayah," katanya.

"Selama ini, ada 1.500 puskesmas, baru 200 unit yang mampu menampung rawat inap. Kami akan membangun 500 puskesmas termasuk distribusi dokternya," imbuhnya.

Terakhir, Cawagub Ahmad Syaikhu melihat permasalahan ini tidak hanya memperhatikan kuratif tetapi promotif.

"Berbagai posyandu akan diberdayakan untuk promosi pola hidup bersih dan sehat. Dengan begini masyarakat akan sehat," ucapnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP