Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soetrisno Bachir sangkal terima duit korupsi proyek alkes

Soetrisno Bachir sangkal terima duit korupsi proyek alkes Sutrisno Bachir. ©2012 Merdeka.com/ Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir membantah kecipratan duit korupsi proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, aliran dana itu hanya pembayaran utang piutang antara dia dan iparnya sekaligus Ketua Soetrisno Bachir Foundation, Nuki Syahrun.

"Itu bukan fee. Saya enggak mengerti tentang fee. Nuki itu ipar saya, pinjam uang dalam urusan bisnis. Tentang dia bayar utang uangnya dari mana, tanya Nuki, jangan tanya saya," kata Sutrisno sebelum bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (20/6).

Sutrisno mengakui dia adalah pemilik PT Selaras Inti Internasional. Tetapi, dia mengatakan tidak tahu menahu soal transfer dana dari Nuki itu.

"Saya itu pemilik, bukan direksi. Karena bukan direksi, saya enggak tahu apa-apa soal transfer itu," ujar Soetrisno.

Soetrisno mengatakan Nuki memang banyak berutang dengan dia. Meski demikian, sebagai pengusaha, menurut dia wajar ada pinjam-meminjam.

"Utangnya Nuki banyak. Enggak tahu jumlahnya berapa. Yang tahu direksi saya. Di perusahaan itu pinjam-meminjam biasa," lanjut Soetrisno.

Soetrisno mengatakan tidak kenal sama sekali dengan terdakwa Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar. Tetapi dia mengaku kenal dengan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari, yang dalam surat dakwaan Ratna dianggap berperan merekomendasikan penunjukkan sepihak PT Prasasti Mitra sebagai pemenang lelang.

"Pasti kenal. Kan sama-sama Muhammadiyah," ujar Soetrisno. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP