Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soekarwo minta polisi selidiki 6 warganya yang hilang di Turki

Soekarwo minta polisi selidiki 6 warganya yang hilang di Turki soekarwo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemprov Jawa Timur mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian menyelidiki 6 warga Surabaya yang hilang di Turki saat berlibur beberapa waktu lalu. 6 warga Surabaya diduga bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengklaim pihak Polda Jawa Timur sudah turun ke lapangan mengumpulkan semua data pendukung.

"Pemprov (Jatim) juga sudah meminta Dinas Transmigrasi dan Kependudukan untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dengan pihak Kementerian Luar Negeri," kata Soekarwo, kepada wartawan, Minggu (8/3).

Soekarwo mengaku, sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak kementerian maupun instansi terkait. Pemprov Jawa Timur hanya menerima informasi dari media massa.

Namun, lanjutnya, karena menyangkut warga Jawa Timur, khususnya Surabaya, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku berupaya menindaklanjuti informasi tersebut.

"Bagaimanapun juga, mereka itu kan berasal dari Jawa Timur sehingga penyidikan atau pemeriksaan juga melibatkan semua instansi, tidak hanya Pemprov, tapi juga Polda dan pihak Imigrasi," ucapnya.

Untuk Polda Jawa Timur, kata Soekarwo, sudah turun ke lapangan mengumpulkan data pendukung. "Termasuk dengan Pemkot Surabaya. Sebab dalam dokumen, mereka tercatat sebagai warga Surabaya," ujarnya.

Soekarwo menambahkan, Pemprov Jawa Timur juga akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri. "Pemprov akan suport semua data yang dibutuhkan oleh Kementerian Luar Negeri. Karenanya, Dinas Transmigrasi dan Kependudukan akan mengumpulkan semua data pendukung," katanya lagi.

Menurut Soekarwo dugaan 16 WNI yang hilang saat berwisata di Turki itu harus diteliti secara seksama dokumen kependudukannya. "Apa benar warga Jatim atau di luar Jatim, penelitian dokumen sangat penting," tegasnya.

Soekarwo tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat karena segala kemungkinan bisa terjadi. "Segala kemungkinan bisa terjadi. Namun, sebaiknya menunggu hasil penyidikan lebih dulu," tandasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP