Soal video porno, BK DPR butuh ahli telematika pembanding
Merdeka.com - Badan Kehormatan (BK) DPR memutuskan untuk kembali memanggil ahli telematika lainnya untuk menganalisa video mesum yang diduga melibatkan anggota DPR. Penyebabnya, salah satu ahli, Ruby Alamsyah menyatakan tidak dapat menganalisa dengan resolusi kecil.
"Kita akan panggil satu ahli lain, karena Pak Ruby kemarin menyatakan tidak sanggup menganalisa dengan resolusi kecil," kata Ketua BK DPR Muhammad Prakosa di gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5).
Menurut Prakosa, keyakinan BK itu muncul dari analisa ahli telematika Abimanyu Wahjoewidajat yang menyatakan di mana tingkat keasliannya video mesum tersebut sangat tinggi. Namun, untuk memastikannya butuh video pembanding.
"Tadi menghadirkan Abimanyu. Dia mengatakan untuk lebih pastinya lagi tingkat kemiripan 100 persen maka harus ada pembanding videonya, karena beliau tidak yakin, meski dia mempunyai video pembandingnya, tetapi pembandingnya itu belum jelas sekali," jelas Prakosa.
Sebelum memutuskan langkah selanjutnya, menurut Prakosa, BK harus memastikan video tersebut asli. Harus disepakati 100 persen tingkat keasliannya. Karena ini menyangkut martabat seseorang.
"Bahwa ini betul-betul asli. Tidak bisa kita katakan hanya 80 persen, harus 100 persen. Karena menyangkut martabat seseorang," ujar Prakosa.
Mengenai video pembanding, Prakosa mengatakan, Abimanyu membutuhkan video keseharian dari anggota dewan yang diduga berperan di dalam video porno tersebut. "Video pembandingnya itu merupakan kegiatan keseharian di DPR, karena Pak Abimanyu kan juga belum mengetahui secara langsung (pemeran) yang diduga saat ini," pungkasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya