Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal vaksin palsu, dokter manfaatkan pasien karena tak paham obat

Soal vaksin palsu, dokter manfaatkan pasien karena tak paham obat vaksin palsu untuk bayi. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, mengungkap mengapa selama ini vaksin palsu atau obat-obatan palsu beredar dengan mudahnya di pasaran.

Dede berujar, selama ini ada industri obat, terutama obat-obatan impor yang tidak berikan secara massal. ‎Iklan tersebut justru dipromosikan secara langsung melalui dokter, perawat atau bidan.

"Akhirnya baik dokter atau fasilitas kesehatan menawarkan obat itu kepada masyarakat, itu bentuk promo. Nah ini kan enggak ada yang mengontrol. Kita mana tahu sih saat berobat ke dokter, ada resep ini obat apa," kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7).

Politikus Partai Demokrat tersebut mengungkapkan bahwa, kebanyakan orang tak paham obat yang masuk ke resep atau yang ditawarkan. "Demikian vaksin (palsu) ini, seorang ibu ditawari pakai ini saja bu, bagus dan sebagainya. Dia tidak tahu obat itu apa, soalnya tidak beredar di pasaran," tuturnya.

Selama ini ikatan antara pasien dengan rumah sakit hanyalah saling percaya. Namun di sini justru celah bagi peredaran obat-obatan atau vaksin palsu.

"Nah karena rasa percaya inilah yang sebetulnya bisa menjadi permainan oknum-oknum atau industri-industri gelap tadi," ungkapnya.

Maka dari itu Komisi IX DPR mendukung agar Badan POM diberikan kewenangan lebih. Hal tersebut untuk memperkuat pengawasan obat-obatan yang beredar baik di dalam maupun luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

"Oleh karena itu kita meminta agar Badan POM bisa masuk ke dalam karena sebagai telinga dan mata bagi publik," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP