Skripsi, mahasiswa Bintaro pesan sabu dari Meksiko via online
Merdeka.com - Seorang mahasiswa berinisial DB (25) warga Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sedang menyusun tugas akhir atau skripsi memesan sabu berkualitas nomor wahid. DB memesan sabu-sabu tersebut langsung dari Meksiko.
Namun belum sempat menikmati barang haram itu, DB sudah keburu ditangkap petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta. Kepada petugas, DB mengaku memesan sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri.
Polisi juga menangkap IF, teman DB dalam transaksi barang haram itu. Lalu bagaimana DB bisa membeli sabu-sabu kelas wahid dari Meksiko tersebut? Berikut kasusnya:
Pelaku pesan via online di website Agoradrugs.com
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq mengatakan, DB yang merupakan mahasiswa jurusan IT di salah satu universitas di Jakarta itu membeli sabu sebanyak 30 gram bersama temannya IF (25) yang juga baru lulus kuliah. Mereka memesan sabu tersebut lewat laman website Agoradrugs.com."Awalnya mereka mencari-cari di internet, ketemu lah website itu. Mereka pun memesannya dan membayar dengan bitcoin seharga Rp 15 juta. Sabu ini tersebut dikirim dari Meksiko," jelasnya, Jumat (17/10) di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta.
Sabu disembunyikan di pembersih karang gigi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah deal, DB dan IF mentransfer uang, seminggu kemudian barang tersebut dikirim lewat paket jasa titipan pada 3 Oktober 2014. Sabu-sabu seberat 30 gram itu disembunyikan di dalam alat pembersih karang gigi untuk mengelabui saat pemeriksaan x-ray di cargo bandara."Tapi berkat informasi inteligen dan ketelitian petugas, keberadaan barang tersebut bisa diketahui. Kemudian petugas melakukan pengembangan kepada penerima barang di kawasan Bintaro. Akhirnya dua mahasiswa ini bisa ditangkap," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.
Pesan dari Meksiko karena kualitasnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka baru pertama kali memesan narkoba lewat online. Mereka mengaku membeli sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Sementara alasan mereka memesan sabu lewat online, karena kualitas yang lebih bagus. "Hasil uji lab, kualitas sabu ini memang nomor satu. Mereka membelinya pakai uang yang seharusnya untuk tugas skripsi," papar Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.Polisi pun masih mengembangkan apakah sebelumnya pelaku sudah membeli sabu-sabu dengan cara sama atau tidak. Polisi masih terus mendalami kasus ini.
Penjual yakinkan sabu-sabu diterima pembeli
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat akan dikirim, kedua tersangka sempat chatting dengan pengirim barang tersebut. Mereka diyakinkan kalau barang tersebut sering dikirim ke Thailand yang sangat ketat dalam pencegahan narkoba namun bisa tembus, apalagi jika ke Indonesia."Thailand mungkin tembus, tapi kita berhasil mengungkapnya," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.Guntur menambahkan bahwa situs jual beli narkoba itu bisa diakses oleh siapa saja. Artinya tidak diblokir oleh Pemerintah. Dia berharap agar Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk segera memblokir situs tersebut. "Terakhir saya masih bisa akses, berarti bisa diakses siapapun," tegasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya