Siti Rukayah ikut tertimpa crane usai ambil air wudu
Merdeka.com - Keluarga Siti Rukayah korban meninggal dalam kecelakaan crane di Masjidil Haram Makkah, akhirnya percaya kalau korban sudah benar-benar berpulang.
Keluarga mendapat kepastian setelah petugas Kementerian Agama Kabupaten Malang memberi kabar secara lisan kepada kelurahan. Selain itu, Abdullah, suami korban mengirimkan SMS yang menginformasikan kejadian tersebut.
"Pertama sudah ada informasi dari Depag, selain itu juga ada SMS dari suaminya, Abdullah. Yang bersangkutan telah dinyatakan meninggal dunia," kata Saiful Chozi, salah satu kerabat di rumah almarhumah di Malang, Senin (14/9).
Keluarga mengaku tidak banyak melakukan komunikasi dengan almarhum sejak berangkat minggu lalu. Komunikasi hanya dilakukan oleh anak pertama almarhumah bernama Ida.
Kakak almarhumah, Muhammad Zainuri menceritakan kalau Siti Rukayah ikut menjadi korban setelah mengambil air wudu. Cerita itu berdasarkan pembicaraan Abdullah dengan keponakannya, Ida.
"Almarhumah sebelumnya membangunkan Abdullah agar mengambil air wudu. Siti baru saja dari mengambil air wudu untuk salat magrib," katanya.
Sambil menunggu suaminya yang mengambil air wudu, almarhumah mempersiapkan perlengkapan salat. Saat itu kemungkinan almarhum ikut menjadi korban, karena semua berlarian menyelamatkan diri.
"Kembali dari wudu, almarhum sudah tidak tidak di tempatnya. Setelah itu tidak ada informasi," katanya.
Siti sehari-hari tinggal di Dusun Banjarsari RT 02 RW 03 Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Keberangkatan almarhum ke Tanah Suci sudah kali yang kedua. Saat masih belum menikah, tepatnya tahun 1984 berangkat bersama Zainuri.
Zainuri sendiri sempat mencoba berusaha menghubungi almarhumah pada Sabtu pagi, tetapi tidak bisa. Keluarga terakhir berkomunikasi Jumat setelah kejadian.
"Kontak juga tidak nyambung, kemarin juga tidak nyambung," katanya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya