Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siswi SMP Tewas Tenggelam Usai Mencari Kayu Bakar

Siswi SMP Tewas Tenggelam Usai Mencari Kayu Bakar Siswi SMP di NTT tewas tenggelam usai mencari kayu bakar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang siswi SMP di Desa Pakubaun, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur tewas tenggelam di sungai saat mandi bersama temannya.

Korban bernama Rini Tiran (14), pada Sabtu (20/3), bersama empat orang temannya mencari kayu bakar di hutan. Usai mencari kayu bakar, mereka bersepakat singgah di sungai untuk mandi.

Saat itu korban mandi berdekatan dengan temannya bernama Elisabet Notti (13). Keduanya berenang ke bagian sungai yang lebih dalam. Tiba-tiba korban mendorong Elisabet Hotti ke tepi sungai, Elisabet mengira korban hendak menyelam sehingga mendorongnya.

Elisabet menanti korban kembali timbul ke permukaan, namun hingga beberapa menit korban tak kunjung muncul. Elisabet kemudian menanyakan keberadaan korban kepada ketiga teman lain.

Melvin Tiran, adik kandung korban juga tidak melihat korban sejak awal mereka mandi. Melvin langsung keluar dari sungai dan berlari ke rumah untuk memberitahukan kejadian itu kepada ibunya.

Karena panik, ibu korban langsung ke sungai diikuti warga lain untuk membantu mencari keberadaan korban.

Sekitar pukul 17.00 wita, korban berhasil ditemukan. Namun dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah untuk disemayamkan.

Dominggus Liufeto, ketua RT setempat melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

Aparat keamanan dari Polsek Amarasi Timur dipimpin Kapolsek Amarasi Timur, Iptu Laurens Daton sempat mendatangi lokasi kejadian guna mengumpulkan bahan dan keterangan.

Polisi juga sempat membantu pencarian dan evakuasi korban serta menghubungi pihak Puskesmas Pakubaun, untuk melakukan pemeriksaan luar.

Polisi menyampaikan kepada pihak keluarga untuk mengambil langkah medis, guna mengetahui penyebab kematian korban. Namun keluarga menolak dilakukan otopsi dengan alasan korban murni meninggal karena tenggelam dan terbawa arus sungai, saat berenang dengan teman-temannya.

"Pihak keluarga menolak autopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Jenasah korban sudah disemayamkan di rumah duka, namun polisi tetap meminta keterangan dari saksi-saksi," Jelas Paur Humas Polres Kupang, Aiptu Lalu Randy Hidayat saat dikonfirmasi, Minggu (21/3).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP