Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siswi SMA Negeri 1 Kupang Barat Tewas Tenggelam saat Ujian Praktik Renang

Siswi SMA Negeri 1 Kupang Barat Tewas Tenggelam saat Ujian Praktik Renang Ilustrasi mayat. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Maria G Ropa (17) siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur tewas tenggelam saat mengikuti ujian praktik, di kolam renang Boneana. Korban merupakan warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat.

Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu mengungkapkan, SMA Negeri 1 Kupang Barat melakukan kegiatan praktik olahraga renang bagi siswa-siswi kelas tiga.

Ujian renang ini dilakukan guna memenuhi nilai ujian praktik sekolah. Pihak sekolah pun memilih wisata Boneana sebagai lokasi ujian praktik.

Pada pukul 15.00 Wita, siswa-siswi yang berjumlah 66 orang terdiri dari tiga kelas ini dikoordinir oleh tiga orang guru olahraga, melaksanakan kegiatan praktik renang tersebut.

Setelah selesai praktik renang di kolam, pihak guru membagi per kelompok. Siswa-siswi yang belum mahir berenang diarahkan ke kolam dengan air dangkal.

Sedangkan yang sudah mahir berenang diarahkan untuk berenang di kolam dalam. Setelah selesai kegiatan, koordinator guru menyampaikan kepada seluruh siswa berkumpul di pinggir kolam guna dilakukan pengecekan jumlah, untuk persiapan pulang ke rumah masing-masing.

Saat melakukan pengecekan, korban tidak ada dalam barisan para siswa-siswi. Koordinator guru dan penjaga kolam langsung melakukan pencarian terhadap korban di sekitar kolam.

Karena air di kolam masih terlihat jernih dan korban menggunakan baju berwarna merah, para guru dan penjaga kolam langsung melihat korban sudah tenggelam.

Tubuh korban berada di dasar kolam. Guru dan penjaga kolam langsung menyelam dan melakukan penyelamatan awal terhadap korban.

Mereka mengevakuasi korban ke pinggir kolam kemudian melakukan tindakan awal dengan cara memompa dan menekan dada korban.

"Korban belum sadar, akan tetapi denyut nadi korban masih berdetak. Para guru dan penjaga kolam langsung membawa korban ke Rumah sakit St Carolus Beremeus Kelurahan Belo, Kota Kupang untuk dilakukan penanganan medis," ungkap Hendra Karel Wadu, Kamis (24/2).

Menurutnya, saat dilakukan penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga.

"Kami memeriksa sejumlah saksi dan meminta bantuan tenaga medis melakukan visum. Setelah itu jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman," tutup Hendra Karel Wadu.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP