Siswa SMP demo minta dilindungi dari geng motor
Merdeka.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rabu (2/5), di Medan diwarnai sejumlah unjuk rasa. Bahkan, siswa SMP dan SMA terlihat ikut dalam salah satu aksi. Salah satu tuntutannya mereka minta dilindungi dari geng motor.
Puluhan siswa ini ikut aksi di depan Gedung DPRD Sumut sebelum long march menuju kantor Gubernur Sumut. Mereka membawa bendera Poros Pelajar Islam Sumatera Utara yang merupakan gabungan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Alwashliyah, dan Pelajar Islam Indonesia.
Dalam aksinya, pelajar menyatakan menolak pelaksanaan Ujian Nasional. "Sebelum ada pemerataan dan fasilitas serta tenaga pengajar yang berkualitas sama antara di kota dengan di pedalaman maka kami menolak Ujian Nasional," ucap Iqbal, pimpinan aksi Poros Pelajar Islam Sumatera Utara.
Para pengunjuk rasa juga meminta pemerintah merealisasikan anggaran pendidikan secara tepat guna dan menggratiskan pendidikan pada 12 tahun wajib belajar. Selain itu, mereka meminta pemerintah melindungi pelajar dari geng motor.
"Kami meminta kepada pemerintah menertibkan tempat hiburan atau prostitusi dekat lingkungan sekolah," papar Iqbal. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya