Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siswa di Sampit melihat pengumuman UN berseragam olahraga

Siswa di Sampit melihat pengumuman UN berseragam olahraga ujian nasional. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - SMA Negeri 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memilih cara lain untuk mencegah aksi corat-coret siswa mereka yang merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) 2013. Sekolah meminta siswa berseragam olahraga ketika ke melihat pengumuman ke sekolah.

"Ini sengaja dilakukan untuk mencegah agar siswa tidak melakukan aksi corat-coret seragam sekolah seperti yang dilakukan pelajar pada umumnya tiap pengumuman kelulusan UN," kata Supini, Kepala SMA N I Sampit, dikutip dari Antara, Jumat (24/5).

Sanksi lain, bila masih menemukan ada siswa masih melakukan aksi corat-coret, sekolah mengancam tidak akan melayani siswa ketika mereka datang ke sekolah, termasuk ketika mengambil ijazah.

Cara itu cukup efektif karena siswa setempat tidak melakukan aksi corat-coret usai pengumuman hasil UN. Sebab ancaman dari sekolah cukup berat dan bisa menghambat niat mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Kalian ini masih siswa sekolah di sini jadi harus mengikuti aturan sekolah. Begitu juga yang rambut pirang juga kami beri kesempatan terakhir hari ini untuk menghentikan itu. Pokoknya kalau tidak mengikuti aturan sekolah, jangan salahkan kalau urusan kami perlambat," tegas Supini.

Jumlah peserta UN di SMAN 1 Sampit tahun ini sebanyak 228 orang. Seperti tahun lalu, sekolah favorit yang berlokasi di Jalan Achmad Yani ini kembali meraih hasil sempurna dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Pantauan di sejumlah sekolah, reaksi kegembiraan langsung terpancar dari wajah para siswa setelah mereka membuka amplop hasil UN yang menyatakan mereka lulus. Sebagian mereka langsung sujud syukur di tengah lapangan tempat pengumuman hasil UN.

Sementara itu, aksi corat-coret dan konvoi pelajar yang merayakan kelulusan UN di Sampit, tidak terhindarkan. Mereka berkeliling kota sambil membunyikan klakson sepeda motor tanpa menghiraukan pengendara lainnya.

Mereka tidak mengindahkan meski sebelumnya Dinas Pendidikan sudah mengimbau agar pelajar tidak melakukan aksi corat-coret dan konvoi. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP