Siswa Berkebutuhan Khusus di Bekasi Diduga Dianiaya Guru Hingga Memar
Merdeka.com - Seorang wali murid Sekolah Dasar (SD) di kawasan Bekasi Barat, Kota Bekasi melaporkan salah satu guru atas tuduhan penganiayaan terhadap anak didiknya. Laporan dibuat oleh M. Sugih (43) dengan nomor laporan polisi LP/367/K/II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.
Dalam berkas laporannya ke Polres Metro Bekasi Kota, M Sugih menduga anaknya JMH (11) mendapatkan kekerasan karena tidak membawa buku matematika. JMH adalah anak berkebutuhan khusus.
Guru itu marah hebat bahkan menendang dan mencubit hingga JMH mengalami luka memar pada bagian kaki.
"Betul, Sabtu kemarin kita sudah menerima laporan, kemudian langsung melakukan penyelidikan yang di antaranya kita melakukan interogasi dan klarifikasi ke lokasi kejadian," kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, Rabu (13/2).
Eka mengatakan, polisi telah memeriksa beberapa saksi dari pihak sekolah seperti kepala sekolah, ketua yayasan, dan teman-teman JMH di sekolah.
"Kalau hasil penyelidikan di lapangan, jadi temen-temen (JMH) menyampaikan bahwa korban jatuh dari tangga," ujar dia.
Penyidik, kata dia, juga berencana memeriksa secara langsung korban yang akan didampingi oleh orangtuanya. Polisi terus bekerja mendalami laporan tersebut sampai kasus tersebut menemui titik terang.
"Sekarang belum ada kesimpulan," ujar dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya