Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sisca Yofie, si Barbie ramah di Gang Pesantren

Sisca Yofie, si Barbie ramah di Gang Pesantren Sisca Yofie. ©facebook

Merdeka.com - Wanita berparas cantik dengan kulit putih dan rambut panjang terurai kini tak lagi hilir mudik di Gang Pesantren, Jamika, Bojong Kaler, Bandung. Padahal, sosok wanita itu dikenal oleh warga karena keramahan dan kedermawanannya.

Ya, itu lah Sisca Yovie (34). Branch Manager PT Verena Multi Finance itu tewas mengenaskan di tangan Ade Ismayadi dan Wawan alias Awing, pada Senin (5/8). Hasil penyelidikan sementara Sisca tewas karena menjadi korban penjambretan.

Salah seorang warga, Erna mengenang Sisca sebagai pribadi yang tidak sombong meski jarang berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sisca yang juga pernah menjadi model itu memang hanya satu dan dua minggu kembali ke rumahnya.

Bahkan, kata ibu 50 tahun itu, warga banyak yang menyebut Sisca sebagai Barbie. Sebab, di kampung tempatnya tinggal, secara fisik alumnus Universitas Parahyangan itu memang paling menonjol.

"Di gang ini warga nyebutnya si cantik Barbie, apalagi kalau sudah berpakaian dan pakai bedak," kata Erna sambil tersenyum.

Nana, tukang jahit yang menjadi langganan Sisca mengaku kerap memanggil dengan sebutan itu. Tak jarang, menurutnya, warga berbisik-bisik jika dari kejauhan sudah melihat Sisca. "Si barbie pulang," kata Nana.

Menurut Nana, Sisca yang sejak kecil tinggal di gang itu lebih sering dipanggil Yovie. Satu hari sebelum Sisca menemui ajal, Nana mengaku sempat bertemu. "Waktu itu Sisca minta ngecilin rompi dan potong celana panjang," ungkapnya.

Kenangan manis ternyata juga dialami oleh tukang becak bernama Heri. Sehari-hari Heri memang mangkal di ujung Gang Pesantren. Biasanya, saban Sisca pulang dia mengantar ke rumah yang jarak hanya sekitar 50 meter.

"Sisca ngasih Rp 10.000 ribu. Makanya lumayan sekali," katanya.

Tak hanya itu, Heri juga kerap kali kecipratan rezeki dari Sisca. Sudah menjadi kebiasaan setiap kali Hari Raya Idul Fitri dan Imlek, Sisca memberi bingkisan. "Pas Lebaran dikasih sarung, kalau Imlek dikasih uang," katanya.

Menurut Heri, selain dirinya ada juga tukang parkir yang biasa menjaga mobil Sisca ketiban rezeki. "Tukang parkir juga suka dikasih. Pokoknya orangnya baik, enggak sombong," tuturnya.

Lebaran tahun ini Heri tak lagi menerima bingkisan. Tiga hari sebelum hari raya umat Islam, Sisca tewas secara mengenaskan. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP