Sisa kejayaan Belanda di Stasiun KA Tanjung Priok

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu | Minggu, 10 Maret 2013 05:31




Sisa kejayaan Belanda di Stasiun KA Tanjung Priok
Stasiun Tanjung Priok. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Stasiun kereta api Tanjung Priok sudah dipercantik oleh PT KAI. Meski sudah dipermak menjadi lebih moderen, sisa kejayaan Belanda di Abad ke-19 masih terasa.

Seperti yang dirasakan merdeka.com, saat bertandang ke stasiun itu Sabtu (9/3). Bangunan yang masuk dalam cagar budaya ini ramai oleh aktivitas para pengguna transportasi kereta api.

Di pintu masuk, dua pintu besar langsung menyapa. Berjejer 4 loket tiket melayani calon penumpang jurusan antar kota. Di sisi utara gedung terdapat ruangan besar dengan 4 tiang pancang, selain itu terdapat juga bekas meja bartender berukuran 7X7 meter.

Masuk lebih dalam terdapat sebuah tangga menuju ke bawah, di mana lokasi gudang bawah tanah atau bunker yang dulu digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik.

Atmosfer bangunan buatan Eropa terasa kita mata memandang sekeliling stasiun. Ada bekas penginapan yang masih terkunci rapat di atas ruangan kepala stasiun. Kamar-kamar tersebut terletak di sayap kiri bangunan yang khusus disediakan dulunya untuk penumpang Belanda dan Eropa.

"Kalau meja bartender itu kan dibuat karena dulu orang Eropa habis mengangkut rempah-rempah dari pulau Jawa langsung menginap di sini, dan doyan hiburan. Karena dulu berlayar tidak bisa setiap hari makannya dibuat bar room di situ," kata salah satu pegawai PT KAI, Suparno.

Dalam catatannya, Stasiun Tanjung Priok dibangun pertama kali tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral AFW Idensburg (1909-1916) dan merupakan karya Ir CW Koch, seorang insinyur utama dari Statts Spoorwegen (SS).

Stasiun dengan aliran gaya perpaduan antara gaya neo klasik dan gaya kontemporer di atas tanah seluas 46.930 meter persegi dengan luas bangunan 3.768 meter persegi yang megah dan mewah.

Sementara dari kapasitasnya hampir tidak bisa dipandang sebelah mata, memiliki 8 jalur sepur dengan 6 peron, sehingga hampir sama dengan stasiun Jakarta Kota yang memiliki 12 jalur sepur dan 12 peron.

[bal]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tahan Florence, aparat Polda DIY dinilai sebarkan rasa takut
  • Polisi masih bungkam siapa pemilik Lamborghini yang ditilang
  • Lenovo ejek Apple lewat undangan 'launching' Vibe X2
  • Jokowi: Kalau kalah di DKI, habis muka saya, sudah jelek begini
  • Sex toys tak berizin itu barang ilegal
  • Obama baca puisi 'Cinta Gus Dur' di Muktamar PKB
  • Demo KAMMI & PMII di DPRD Jatim diwarnai ricuh dan lempar botol
  • Industri nutrisi tanah air dikuasai investor asing
  • Militan ISIS penggal tentara Libanon yang ditawan
  • Ini penampakan Lamborghini kuning yang ditilang di SCBD
  • SHOW MORE