Sindikat Curanmor Kaltim-Kalsel dibongkar, 20 motor curian ditemukan
Merdeka.com - Polres Paser membongkar sindikat curanmor antarprovinsi Kaltim-Kalsel dalam sepekan ini. Sepuluh orang pencuri dan penadah dibekuk, sekaligus menyita 20 motor curian.
Dari keterangan Polres Paser, puluhan motor curian itu, berawal dari kasus curanmor yang terjadi pada 27 Mei dan 29 Mei 2017 lalu, di 2 lokasi berbeda. Tim Jatanras Polda Kaltim melakukan penyelidikan hingga ke Kalimantan Selatan.
Pada tanggal 27 Mei 2017 malam, terjadi pencurian motor, di Desa Saing, Kecamatan Batu Engau. Aparat kepolisian dari Polsek Batu Engau, bergegas melakukan penyelidikan.
"Dari penyelidikan, pelakunya mengalami kecelakaan, dan dirawat di rumah sakit Panglima Sebaya di Paser. Dari keterangan pelaku itu, mengakui mencuri motor dan sudah dia jual ke penadah," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (2/6) malam.
Penadah pun berhasil diringkus. Tim terus bergerak hingga ke Kalimantan Selatan. Diamankan, 7 pelaku lain dan 16 motor curian.
Sementara terkait kasus curanmor 29 Mei 2017 sore di kecamatan Kuaro, Polsek Kuaro bergegas memblokir akses jalan ke Balikpapan, Tanah Grogot dan Kalimantan Selatan.
"Malam harinya, tim Polsek Kuaro, mendapatkan informasi seorang warga sedang mengisi bensin motor, sesuai dengan motor yang dilaporkan hilang dicuri. Tim akhirnya menangkap 2 orang yang sedang berboncengan," ungkap Ade.
Dari hasil interogasi, Polres Paser akhirnya berhasil mengamankan 4 unit sepeda motor, yang dicuri kedua pelaku. Saat ini, 10 pelaku mendekam di sel tahanan Polres Paser, beserta 20 unit motor curian.
Masih ditambahkan Ade, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin yang tengah berada di Paser dalam kunjungan kerjanya, menegaskan, aksi curanmor benar-benar telah meresahkan masyarakat.
"Pak Kapolda menyatakan, curanmor adalah kejahatan jalanan meresahkan masyarakat," kata Ade. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya